Stok Berkurang, Warga Mamuju Kesulitan Dapat BBM

0
13
  • 3
    Shares
BBM tipe Premium terbatas (foto: istimewa)

MAMUJU, SERUJI.CO.ID – Warga Kabupaten Mamuju kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dalam dua hari terakhir. Mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pertamini, maupun penjual bensin eceran yang kesemuanya kehabisan stok.

Di SPBU Karema, Mamuju, sebagian warga yang pada Rabu (22/8) hingga malam mengantre untuk membeli BBM gagal mendapatkan bahan bakar, baik Premium, Pertalite maupun Pertamax.

“Sejak tadi pagi saya datang ke SPBU Karema, tapi kata petugasnya BBM habis. Malam ini, saya kembali datang untuk mengisi BBM, tetapi lagi-lagi petugas SPBU mengatakan stok belum ada,” kata Divo, warga Mamuju yang akan membeli BBM di SPBU Karema.

Karena gagal mendapat BBM setelah mencarinya ke beberapa SPBU serta pertamini dan penjual bensin eceran, beberapa warga terlihat mendorong sepeda motor mereka.

“Sejak kemarin stok BBM di SPBU Mamuju tidak ada. Bahkan, saya sempat ke SPBU Rangas, tetapi stoknya juga habis. Saya sempat mencari ke beberapa pertamini dan penjual bensin eceran tetapi stoknya juga habis,” kata seorang warga Mamuju lainnya.

“Tidak biasanya seperti ini,” katanya.

Ia menambahkan, “Hari Raya yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bersilaturahim dengan keluarga, tetapi karena tidak ada BBM terpaksa membatasi keluar rumah.”

Seorang petugas SPBU Karema pada Rabu malam mengatakan stok BBM, baik Premium maupun Pertalite dan Pertamax dalam dua hari terakhir cepat habis.

“Saya tidak tahu penyebabnya. Stoknya kemungkinan baru masuk sebentar, sekitar pukul 02. 00 Wita (Kamis dinihari),” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamuju AKP Jamaluddin mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi kepolisian ke satu pemilik SPBU di Mamuju, stok BBM sedang berkurang.

Ia mengatakan biasanya setiap hari ada stok BBM sampai 16 ton untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Namun pada minggu ini stok BBM yang dipasok ke SPBU sesuai pesanan dikurangi menjadi delapan ton saja,” katanya.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap menurunnya pasokan BBM, menurut dia, adalah keterlambatan mobil tangki pengangkut mengirim bahan bajar ke SPBU.

“Di sepanjang jalan dari Kota Mamuju-Pare-Pare, Provinsi Sulsel, sampai di Kota Mamuju banyak kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan RI, seperti gerak jalan, sehingga sopir banyak yang memilih singgah istirahat dan berangkat pada malam hari,” katanya. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU