Hari Pertama 2019, Shalat Tahajud di Masjid Al Alam Kendari Berhadiah Umrah

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Beragam cara dilakukan umat Islam di hari pertama tahun 2019. Pemerintah Kota Kendari misalnya mengajak warganya berduyun-duyun mendatangi Masjid Al Alam di Teluk Kendari.

Di mesjid terapung yang megah dan baru selesai dibangun itu, Plt Walikota Kendari, Sulkarnain mengajak warganya melaksanakan sholat tahajud bersama. Tak hanya itu, panitia kegiatan pun menawarkan hadiah umrah bagi jamaah yang beruntung,

“Masyarakat dianjurkan datang lebih cepat sebelum jam 03.00 dinihari 1 Januari 2019, karena panitia akan mengundi hadiah paket umrah,” ujar Sulkarnain kepada wartawan di Kendari, Sabtu (29/12) malam.

Setelah shalat tahajud bersama, kemudian dilanjut sholat Subuh berjamaah, lalu mengikuti zikir akbar yang dipandu ustadz Lukmanul Hakim dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Sulkarnain mengajak warganya ramai-ramai ke Masjid Al Alam karena ingin mempromosikan pesona Al Alam yang cantik sebagai bagian dari lokasi wisata religi.

Baca juga: Tidak Hura-Hura, Begini Ajakan Wagub Sultra Sambut Pergantian Tahun

Ia berharap masjid yang mampu menampung sekitar 3000 jemaah itu akan terus ramai dikunjungi jamaah.

Di tempat yang sama, di malam pergantian tahun sebelum digelar shalat tahajud bersama, Gubernur Sultra H Ali Mazi akan menggelar zikir akbar dengan mengundang warga dari berbagai tempat di Sulawesi Tenggara.

Acara itu juga akan dihadiri sejumlah pejabat yang tergabung dalam wadah forum pimpinan daerah Sulawesi Tenggara.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara H Lukman Abunawas sebelumnya menjelaskan, zikir akbar sengaja digelar di malam pergantian tahun di masjid yang pembangunannya menghabiskan anggaran APBN senilai Rp200 Miliar itu, agar warga Sultra bisa introspeksi, bahwa sekarang negara ini sedang dihadapkan pada beberapa ujian berat diantaranya musibah tsunami dan gempa bumi yang susul menyusul mulai dari Nusa Tenggara Barat, Palu, Banten, dan Lampung.

Itu sebabnya, kata Wagub, Pemprov Sultra mengajak semua pihak untuk mengikuti zikir akbar dan mendoakan agar pemerintah diberi kelancaran menjalankan roda pemerintahan, dan masing-masing secara pribadi juga diberi kesehatan dan kemurahan rejeki. (AH/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.