GIPI: Bandara Halu Oleo Kendari Harus Dijadikan Bandara Internasional

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Bandara Halu Oleo di Kendari, Sulawesi Tenggara sudah saatnya ditingkatkan menjadi bandara Internasional. Jika statusnya sudah menjadi bandara Internasional maka pesawat dari Singapura dan negara lain bisa langsung mendarat di Halu Oleo menurunkan wisatawan mancanegara.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Pusat, H Didien Junaidy mengemukakan itu di Kendari, Selasa (15/1) seusai mengukuhkan Ir Hugua sebagai Ketua pengurus GIPI Sultra periode 2018-2023. GIPI Sultra beranggotakan lebih 100 pebisbis profesional bidang kepariwisataan.

Menurut Didien Junaidy potensi kepariwisataan Sultra sangat prospektif dan sangat menjual. Selama ini wisatawan tidak memperhitungkan bahwa Kendari, ibukota Sulawesi Tenggarai punya banyak lokasi wisata menarik, diantaranya pulau Bokori dan Labengki.

Kendari juga punya pelabuhan laut dan udara yang rutin memberangkatkan wisatawan ke Wakatobi.

“Tapi kenapa Wakatobi malah lebih dikenal dibanding Kendari? Karena Wakatobi sering dikunjungi wisman dari berbagai negara. Bandara Matahora di Wakatobi malah sudah direncanakan menjadi bandara Internasional,” ujar Didien.

H Didien Junaedy, Ketua GIPI Pusat

Karena itu, Didien sangat berharap pebisnis pariwisata anggota GiPI Sultra terus berjuang mendatangkan wisatawan ke Kendari. Jika jumlah wisman terus meningkat, pemerintah pusat akan mempercepat kenaikan pangkat bandara Halu Oleo.

Hugua yang juga dikenal mantan Bupati Wakatobi mengaku sudah punya sejumlah program memajukan kepariwisataan Sultra. Juga akan bekerjasama dengan Pemprov Sultra membuat beragam acara yang layak dijual ke luar negeri sehingga arus wisman akan lancar ke Kendari, terus ke Wakatobi atau dari Wakatobi lanjut ke Kendari.

Selama ini, kata Hugua, wisman masuk Wakatobi melalui Denpasar dan Makassar. Jika Bandara Halu Oleo sudah berstatus bandara internasional maka wisman bisa langsung ke Kendari atau Wakatobi. (AH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER