Inilah Alasan Anies Ngotot Jalankan Program DP 0 Persen

0
45
  • 5
    Shares
Anies Baswedan di Balaikota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota DKI Jakarta. (foto:Fajar/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan 50 persen penduduk Jakarta tidak memiliki hunian, kebanyakan mengontrak atau menyewa.

“Jadi separuh itu kontrak atau nyewa, sementara Jakarta adalah kota yang harga hunian naik terus,” kata Anies di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (9/3).

Dia membandingkan warga yang berpenghasilan Rp7 juta, yang satu sewa rumah, yang satu kredit rumah setelah sepuluh tahun maka asetnya kekayaannya beda sekali.

Loading...

“Mereka yang punya tanah jauh lebih makmur daripada yang tak punya tanah, yang punya bangunan lebih makmur dari yang tak punya bangunan,” jelasnya.

Itulah yang menjadi alasannya untuk ngotot dengan program rumah dengan uang Down Payment (DP) nol Rupiah, supaya warga Jakarta terbawa eskalator sosial.

“Ini eskalator naik ke situ terbawa ke atas juga. Di jakarta itu separuh warganya tidak terbawa ke atas, yang terbawa yang separuh lainnya. Ini kalau dibiarkan, bom waktu. Nampaknya sederhana keberpihakan itu,” kata Anies.

Menurut Anies, Jakarta seperti juga Indonesia punya masalah ketimpangan karena itu perlu keberpihak yang jelas. “Keberpihakan itu adalah pembeda yang sejak masa lalu digaungkan,” katanya.

“Sebagai contoh, mengapa kita membawa program DP nol rupiah? Banyak yang menganggap ini sekadar program hunian. Bukan, karena keduluan programnya rusunawa. Apa yang membedakan, sama-sama rumah, bahkan rusunawa itu biaya bulanannya lebih murah dari pada biaya kredit rumah. Ini soal keberpihakan,” kata Anies. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU