188 Korban Aksi 22 Mei Dirawat di RS Budi Kemuliaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Jakarta Pusat hingga Kamis (23/5) pagi pukul 10.00 WIB telah menerima 188 korban, akibat aksi 22 Mei 2019 yang berakhir dengan kericuhan.

“Sebanyak 188 korban, tiga diantaranya dirujuk, satu meninggal. Yang meninggal dikirim ke RSCM. Sebagian besar adalah warga DKI Jakarta,” ungkap Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan, Muhammad Rifky, di Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Menurut Rifky, korban yang dirawat di RS Budi Kemuliaan adalah semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia dewasa. Hanya satu yang diperkirakan berusia sekitar 16-17 tahun.

“Sebagian besar dewasa, hanya satu yang antara 16-17 tahun. Hampir semua berjenis kelamin laki-laki,” ujar Rifky.

Mengenai data korban, pihak rumah sakit sudah mengumpulkan data hampir semua korban yang dirawat. Namun, ada beberapa orang yang datanya masih belum terverifikasi.

“Kan kita data, KTP dan lain-lain. tapi namanya korban, ada beberapa yang tercecer, identitas mereka,” ujarnya.

Suasana di sekitar RS Budi Kemuliaan hingga Kamis pagi, berjalan normal dengan kendaraan sudah melewati Jalan Abdul Muis dan Jalan Budi Kemuliaan seperti biasa.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER