Telah Ikuti Prosedur, Pemkot Mataram Minta BNPB Percepat Pencairan Dana Perbaikan Rumah

1
28
  • 10
    Shares
Gempa Lombok
Bangunan yang rubuh akibat gempa Lombok.

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melayangkan surat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat proses pencairan bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi di kota itu.

“Jika bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi bisa dicairkan, kami dapat segera membangun rumah sesuai konsep pemerintah yakni rumah indah sederhana aman (RISA) bagi para korban gempa,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Selasa (18/9).

Ia mengakui, dalam proses pencairan bantuan bagi korban gempa bumi, pemerintah kota mengikuti prosedur yang ada, dan permintaan bersurat ke BNPB untuk pencairan bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi menjadi salah satu prosedur yang harus dilakukan.

“Meskipun, sejauh ini belum ada informasi dan tindak lanjut terhadap surat yang kita layangkan itu,” katanya.

Padahal, bantuan perbaikan rumah untuk 122 kepala keluarga (KK) dari sekitar 1.600 KK korban gempa bumi di Mataram sudah ada dalam rekening korban, akan tetapi belum bisa dicairkan karena menunggu instruksi dari pemerintah.

Sementara, masyarakat yang menjadi korban sudah siap membangun RISA didampingi oleh tim dari rehabilitasi, rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis komunitas (Rekompak).

“Oleh karena itu, kami terus berusaha agar bantuan bisa segera dicairkan dan rumah warga dapat segera terbangun,” katanya.

Kemal mengatakan, proses pembangunan RISA tidak akan tumpang tindih dengan pembangunan rumah persinggahan yang saat ini sedang berjalan di empat lingkungan yang terdampak masif, sebab bantuan yang masuk baru hanya 122 KK, sementara warga yang rumahnya rusak berat dan berhak mendapatkan bantuan sebanyak 1.600 KK.

Di samping itu, proses pencairan bantuan perumahan bagi korban gempa masih berproses panjang, termasuk untuk proses pembangunan sehingga keberadaan rumah persinggahan bagi korban gempa bumi saat ini dinilai mendesak dan tidak akan menghalangi proses pembangunan RISA.

“Jika bantuan cair, rumah persinggahan tinggal dibongkar dan RISA bisa dikerjakan,” katanya. (Ant/SU01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU