Telah Ikuti Prosedur, Pemkot Mataram Minta BNPB Percepat Pencairan Dana Perbaikan Rumah

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melayangkan surat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat proses pencairan bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi di kota itu.

“Jika bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi bisa dicairkan, kami dapat segera membangun rumah sesuai konsep pemerintah yakni rumah indah sederhana aman (RISA) bagi para korban gempa,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Selasa (18/9).

Ia mengakui, dalam proses pencairan bantuan bagi korban gempa bumi, pemerintah kota mengikuti prosedur yang ada, dan permintaan bersurat ke BNPB untuk pencairan bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa bumi menjadi salah satu prosedur yang harus dilakukan.

“Meskipun, sejauh ini belum ada informasi dan tindak lanjut terhadap surat yang kita layangkan itu,” katanya.


Padahal, bantuan perbaikan rumah untuk 122 kepala keluarga (KK) dari sekitar 1.600 KK korban gempa bumi di Mataram sudah ada dalam rekening korban, akan tetapi belum bisa dicairkan karena menunggu instruksi dari pemerintah.

Sementara, masyarakat yang menjadi korban sudah siap membangun RISA didampingi oleh tim dari rehabilitasi, rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis komunitas (Rekompak).

“Oleh karena itu, kami terus berusaha agar bantuan bisa segera dicairkan dan rumah warga dapat segera terbangun,” katanya.

Kemal mengatakan, proses pembangunan RISA tidak akan tumpang tindih dengan pembangunan rumah persinggahan yang saat ini sedang berjalan di empat lingkungan yang terdampak masif, sebab bantuan yang masuk baru hanya 122 KK, sementara warga yang rumahnya rusak berat dan berhak mendapatkan bantuan sebanyak 1.600 KK.

Di samping itu, proses pencairan bantuan perumahan bagi korban gempa masih berproses panjang, termasuk untuk proses pembangunan sehingga keberadaan rumah persinggahan bagi korban gempa bumi saat ini dinilai mendesak dan tidak akan menghalangi proses pembangunan RISA.

“Jika bantuan cair, rumah persinggahan tinggal dibongkar dan RISA bisa dikerjakan,” katanya. (Ant/SU01)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Bantah Ada Persekusi Jurnalis di Munajat 212, Panitia: Ada Upaya Framing Negatif

Panitia Munajat 212 menduga ada upaya pengalihan isu dan framing negatif terhadap acara 'Munajat 212'.

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

TERPOPULER

Jumlah Penumpang Turun, Pedagang di Soetta Mulai Was-Was Kelangsungan Usahanya

Bandara Soetta juga mulai turun jumlah penumpangnya, dan para pedagang khawatir kelanjutan usahanya.

Dua Anak Presiden Ini Juga Mencuit Saat Prabowo “Ragu” Soal Unicorn

Ramai soal unicorn, dua anak Presiden ini pun ikut nimbrung dengan cuitannya.

Pantai Losari, Pusat Kuliner Khas Warga Bugis-Makassar

Jalan-jalan ke Makassar, jangan lupa mampir ke restoran terpanjang di Indonesia. Apa itu, simak laporan SERUJI

Sudah Diundang Tapi Tak Hadir di Tanwir, IMM Nilai Prabowo Abaikan Muhammadiyah

Prabowo tidak hadiri undangan Tanwir Muhammadiyah, DPP IMM menyayangkan. Begini katanya

Jusuf Kalla Imbau Tidak Gunakan Masjid Sebagai Tempat Kampanye

Jusuf Kalla imbau masjid jangan digunakan untuk kampanye. Setuju kan?