Polisi Amankan Tujuh Pelaku Pencabulan Gadis Berumur 14 Tahun

0
48
Kekerasan seksual anak (Ilustrasi).

SIKKA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Bola Kabupaten Sikka-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menangkap tujuh orang pelaku kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap gadis berusia 14 tahun yang terjadi pada bulan Juli 2017 lalu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bolla, Yohanis H Balla ketika dikonfirmasi SERUJI, Kamis (30/11), mengungkapkan ketujuh pelaku melakukan pencabulan terhadap HWA gadis berusia 14 tahun pada bulan Juli 2017. Lalu atas laporan keluarga korban pada Selasa (28/11) pukul 14.00 WITA, polisi langsung bergerak.

“Jadi atas laporan keluarga korban itu kami langsung bergerak cepat menangkap para pelaku, masing-masing lima orang pelaku ditangkap di rumahnya, sedangkan satu orang ditangkap di Maumere, yang satunya menyerahkan diri di Mapolsek Bolla,” jelasnya.

Menurutnya, ketujuh pelaku pencabulan anak dibawah umur itu masing-masing berinisial, SN, MK, ED, CRL, VK dan BB, sedangkan inisial BRT 20 tahun setelah diperiksa ternyata pernah menyetubuhi  korban di dalam rumah seorang warga dusun Gedo, desa Wolokoli.

“Peristiwa yang menimpa korban HWA ini rupanya sudah berulangkali sejak bulan Juli lalu, tapi satu pelaku sudah melakukan persetubuhan dengan korban sementara enam tersangka masih dalam pemerikasaan,” ujarnya.

Lanjut  Yohanis, para tersangka telah diamankan di tahanan Mapolres Sikka, sedangkan korban sementara didampingi oleh tim relawan untuk kemanusiaan bersama Dinas Sosial untuk mendapatkan keterangan dari korban. (Habibudin/Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....