ACEH SINGKIL – Puluhan remaja Kabupaten Aceh Singkil menggelar aksi turun ke jalan di Kecamatan Rimo, Ahad (10/6), mengecam kebrutalan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Massa yang tergabung dalam aksi solidaritas untuk Rohingya itu melakukan jalan kaki dari Lapangan Mariam Sipolli menunuju bundaran Simpang Empat Rimo sampai ke pasar mingguan sejauh 1 Km lebih.
Dalam orasi di Bundaran Simpang Empat Rimo, mereka mengecam keras tindakan brutal tentara Myanmar dan para perwira agama Budha yang terlibat dalam pembantaian terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakine. Kekejaman itu telah merenggut korban nyawa dan gelombang pengungsian.
“Kami mengecam keras atas kebrutalan dan pembantaian etnis Rohingya yang sampai hari ini masih terus berlanjut, mereka manusia tapi diperlakukan seperti binatang anak-anak tak berdosa dibunuh, wanita diperkosa dan dibantai, rumah mereka dibakar. Stop semua itu,” teriak Sahab Khadafi dalam orasinya.
Mereka menuntut Indonesia, negara-negara lainnya di dunia terlebih PBB untuk segera mengambil tindakan nyata menghentikan kekejaman yang mereka sebut telah mengarah pada genosida atau pemusnahan etnik dari Myanmar.
“Etnik Rohingya tidak mendapatkan manfaat dari PBB yang sejatinya bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia dan menjaga hak asasi manusia. Itu bencana kemanusian yang dialami Rohingya adalah kelalaian PBB,” tegas dia.
Dikatakan, PBB membiarkan hak asasi manusia Rohingya diabaikan, dibiarkan tanpa perlindungan yang nyata, mereka tidak merasakan perdamaian.
Lebih jauh, mereka mendesak agar muslim Rohingya diakui eksistensinya oleh Myanmar karena mereka adalah bagian dari masyarakat negara itu.
Menuntut Myanmar memberikan hak kewarganegaraan, hak sipil dan politik yang sama pada etnis Rohingya, katanya.
“Pemerintah Indonesia dituntut aktif memberikan akomodasi terhadap pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Indonesia, kami juga meminta Pemda Aceh Singkil menyediakan pulau khusus untuk menampung para pengungsi,” ujar Wajir, koordinator aksi.
