WASHINGTON – Pasca Korea Utara melakukan uji nuklir paling kuatnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pada Ahad (3/9) mengancam memberikan pembalasan militer besar-besaran terhadap setiap serangan pada Amerika Serikat atau sekutunya.
“Setiap ancaman terhadap Amerika Serikat atau wilayahnya, termasuk Guam atau sekutu kami, akan disambut dengan pembalasan militer besar-besaran, yang efektif dan luar biasa,” kata Mattis saat berbicara di luar Gedung Putih.
Mattis mengatakan Washington tidak mencari alasan untuk penghancuran total sebuah negara, yaitu Korea Utara.
“Tapi, seperti yang saya katakan, kami memiliki banyak pilihan untuk melakukannya,” tegasnya.
Korea Utara pada Ahad mengatakan mengembangkan bom hidrogen “berkekuatan merusak hebat”, sementara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berbicara melalui telepon membahas peningkatan ancaman nuklir.
Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.
Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.
Korea Utara, yang mengembangkan kegiatan nuklir dan peluru kendalinya meskipun bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan menyebabkan beberapa sanksi, “baru-baru ini berhasil” mendapat kemajuan dalam pengembangan bom hidrogen yang akan dimuat dalam ICBM, menurut laporan KCNA.
“Bom-H, yang kekuatan peledaknya dapat disesuaikan dari puluhan kilo ton hingga ratusan kilo ton, merupakan senjata termonuklir bersifat multi fungsi dengan kekuatan perusak yang hebat, meskipun diledakkan bahkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse) super kuat guna menyerang sesuai dengan tujuan strategis,” kata KCNA.
