Tempel Poster Kampanye di Pohon, Bawaslu: Itu Pelanggaran

PADANG, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat menegaskan pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan sejenisnya di pohon merupakan pelanggaran administrasi.

“Pemasangan alat peraga kampanye atau bahan kampanye di pohon lindung atau taman kota merupakan bentuk pelanggaran administrasi dan perlu disikapi bersama pihak terkait,” kata Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Eftrimen, di Pariaman, Jumat (28/12).

Surya mengatakan secara khusus pemasangan APK atau bahan kampanye di pohon lindung memang tidak diatur dalam Undang Undang-Pemilu, namun di tingkat peraturan daerah memiliki kekuatan hukum yang jelas.

Pihaknya juga mengaku telah merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menertibkan berbagai macam APK maupun bahan kampanye yang terpajang di pohon tersebut.

“Setelah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, maka Bawaslu serta KPU akan turun untuk menertibkannya,” ujarnya.

Selain di pohon lindung, pihaknya juga menyatakan pemasangan APK dan bahan kampanye di kendaraan umum seperti angkutan desa atau angkutan kota juga merupakan bentuk pelanggaran administrasi.

Namun, lanjutnya, bagi peserta pemilu yang ingin memasang APK atau bahan kampanye di kendaraan pribadi hal itu diperbolehkan dalam aturan.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman Bakri mengatakan, pemasangan APK atau bahan kampanye di pohon lindung atau taman kota merupakan pelanggaran peraturan daerah.

Pihaknya mengaku menemukan cukup banyak para peserta Pemilu 2019 yang memasang APK atau bahan kampanye di sejumlah pohon lindung di Pariaman.

“Beberapa waktu lalu, kami juga menertibkan sejumlah alat peraga kampanye dan bahan kampanye di sepanjang jalan by pass Kota Pariaman karena jelas melanggar peraturan daerah,” kata Bakri.

Pihaknya juga mengaku sama sekali tidak pernah diberitahukan oleh calon tertentu atau tim pemenangan untuk memasang sejumlah alat peraga kampanye atau bahan kampanye di daerah itu.

“Pemasangan itu tanpa izin, kami perkirakan alat peraga kampanye atau bahan kampanye tersebut dipasang pada malam hari, sehingga tidak diketahui warga,” katanya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close