Pekan Depan, DPR Putuskan Judul RUU Minuman Beralkohol

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Judul yang bakal digunakan terkait dengan draf Rancangan Undang-Undang mengenai minuman beralkohol bakal diputuskan pekan depan, kata Ketua Panitia Khusus RUU Minuman Beralkohol DPR RI, Arwani Thomafi.

“Pembahasan RUU ini cukup lama, salah satu yang paling alot adalah judul RUU ini,” kata Arwani Thomafi dalam rilis, Jumat (6/4).

Menurut da, saat ini ada sejumlah pilihan judul yaitu alternatif pertama adalah RUU Larangan Minuman Beralkohol dan alternatif lainnya RUU Minuman Beralkohol.

Politikus PPP itu mengungkapkan, anggota panitia khusus telah berkomitmen pada pekan depan sehingga diharapkan seluruh fraksi bisa menghadirkan anggotanya untuk memutuskan mana judul yang dipilih.

“Kami harapkan pekan depan soal judul ini bisa diselesaikan dan selanjutnya bisa dibahas tim perumus dan tim sinkroninasi untuk menyelesaikan seluruh turunan dari pembahasan RUU ini,” paparnya.

Ia juga mengutarakan harapannya agar pada pekan terakhir bulan April, produk perundang-undangan tersebut sudah bisa dibawa ke Rapat Paripurna.

Sebelumnya, delegasi Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol DPR RI bertemu dengan parlemen Mesir di gedung parlemen pada Rabu (7/3) untuk melakukan studi banding mengenai regulasi peredaran minuman beralkohol di negeri Piramida tersebut.

“Indonesia dan Mesir adalah dua negara yang memiliki banyak kesamaan, kedua negara sama-sama berpenduduk mayoritas muslim, dan kedua negara juga sama-sama banyak dikunjungi oleh turis mancanegara.” ujar Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/3).

Keterangan tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy pada saat mendampingi delegasi Pansus RUU Larangan Minuman Beralkohol DPR RI di kantor Parlemen Mesir (7/3).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan studi banding mengenai regulasi terkait peredaran minuman beralkohol, yang saat ini sedang dirancang oleh DPR RI. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy