KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Pilgub NTT, Ini Jumlahnya

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan DPS Pilgub NTT 2018 berjumlah 3.059.704.

“Jumlah DPS ini adalah warga yang didata memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik, sedangkan pemilih potensial yang didata menggunakan KTP non elektronik sebanyak 494.565 orang,” kata Ketua KPU NTT Maryanti Luturnas Adoe kepada SERUJI, Senin (19/3).

Ia merincikan, jumlah DPS yang diterima KPU NTT di setiap kabupaten/kota yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT, 307 kecamatan, dan 3.323 desa/kelurahan yakni, pemilih laki-laki sebanyak 1.500.447, sedangkan perempuan sebanyak 1.559.257.

Menurutnya, DPS yang diterima masih dapat berubah sebelum ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada April 2018 mendatang, jika petugas telah melaksanakan pemutahiran data pemilih di seluruh wilayah NTT.

“Jadi dalam rentang waktu itu para pemilih masih bisa mengecek namanya yang tercantum dalam DPS, apakah namanya sudah terdaftar atau belum,”jelasnya.

Maryanti mengatakan, pihaknya mengapresiasikan kerja keras petugas pemutahiran data pemilih dalam menjalankan tugasnya dengan baik sehingga dapat merampungkan data pemilih di wilayahnya masing-masing. (Habibudin/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER