Pengamat: Ulama Memiliki Pengaruh Yang Kuat dalam Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Peneliti Senior Populi Center, Afrimadona mengatakan pengaruh ulama dalam politik sudah berlangsung lama di Indonesia dan pengaruhnya cukup kuas, khususnya dalam kontestasi pemilihan Presiden-Wakil Presinden.

“Cukup menarik, faktor pimpinan dan tokoh agama itu faktor yang signifikan membuat gerakan yang luar biasa,” kata Afri saat ditemui usai forum diskusi Hitung Mundur Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (12/4).

Menurut Afri, kuatnya pengaruh tersebut karena agama masih menjadi faktor yang sangat menentukan masyarakat dalam menentukan pilihan.

“Cara berfikir konstituen kita masih dalam kerangka identitas dan semua yang berbau agama masih menjadi dominasi pemikiran rakyat kita,” tuturnya.

Faktor Agama Dalam Pemilihan Pemimpin Meningkat Sejak 2007

Gerakan Pekerja Muslim Indonesia, GPMI
Gerakan Pekerja Muslim Indonesia (GPMI) dalam aksi damai kasus penistaan agama. (Foto: Dok KSPI)

Afrimadona mengatakan pernah melakukan survei bertema ‘religious centric voting’ dengan menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) menunjukkan bahwa pada 2007 hingga 2015 terjadi perubahan yang signifikan terhadap faktor agama dalam pemilihan seorang pemimpin.

“Kita melihat partisipasi keagamaan secara signifikan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk cenderung memilih pemimpin berdasarkan agama mereka,” tambahnya.

Afri menyebutkan bahwa hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat terfasilitasi dengan adanya berbagai program keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan mereka.

“Program-program keagamaan, seperti pengajian dan seterusnya itu memang mempengaruhi,” katanya.

Di sisi lain, Afri mengatakan bahwa meskipun pimpinan agama memiliki peran yang signifikan dalam suatu pemilihan namun semua tetap tergantung pemilih dalam menyikapi dan menyaring segala informasi yang didapat.

“Namun lagi-lagi tergantung pemilih, di banyak pemilih rasional faktor kepemimpinan keagamaan tidak terlalu berpengaruh kepada mereka,” tukasnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER