Untuk Hindari Polemik, SBY Minta Presiden Jokowi Jelaskan Alasan Gratiskan Suramadu

1
61
  • 18
    Shares
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang dibangun dan diresmikan tahun 2009 di era Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan selama ini ditetapkan sebagai Jalan Tol, akhirnya secara resmi diubah oleh Presiden Jokowi menjadi Non Tol atau jalan umum pada Sabtu (27/10). Sehingga untuk melewati jembatan tersebut saat ini tidak perlu lagi membayar.

SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat meminta Presiden Jokowi menjelaskan alasan menggratiskan tarif tol Jembatan (Suramadu) tersebut.

“Karena saya tahu sekarang timbul polemik pro dan kontra dari kalangan masyarakat, Pak Jokowi bisa menjelaskan alasan beliau, mengapa khusus biaya tol Jembatan Suramadu itu digratiskan,” kata SBY usai acara temu kader Partai Demokrat se-DIY di Kulon Progo, Ahad (28/10).

Loading...

Menurut SBY, Jokowi dapat menjelaskan latar belakang menggratiskan biaya tol jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura itu, apakah berdasarkan pertimbangan ekonomi, pertimbangan sosial, atau pertimbangan yang lainnya.

Baca juga: Sah, Mulai Hari Ini Jembatan Yang Diresmikan SBY Ini Digratiskan Presiden Jokowi

Dengan penjelasan itu, menurut SBY, diharapkan dapat menghindarkan persepsi yang salah serta polemik yang berkepanjangan di kalangan masyarakat.

“Rakyat ini kan hanya ingin mendengarkan mengapa hanya Suramadu yang digratiskan. Belakangan saya juga mendengar ada yang meminta (Tol) Jagorawi juga digratiskan karena sudah lama dan dianggap sudah untunglah pengembangnya sehingga bisa membantu rakyat,” katanya.

Kendati demikian, SBY tidak ingin terburu-buru mengatakan pembebasan biaya Tol Suramadu itu merupakan kebijakan yang salah.

“Ya kalau itu kebijakan Presiden Jokowi saya tidak boleh terburu-buru mengatakan kebijakan itu salah karena setiap presiden memiliki hak dan kewenangan untuk menetapkan kebijakan atau mengubah sebuah kebijakan yang ada,” tuturnya. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU