Sah, Mulai Hari Ini Jembatan Yang Diresmikan SBY Ini Digratiskan Presiden Jokowi

4
101
  • 38
    Shares
Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Setelah diusulkan berbagai pihak sekian lama, sejak dibangun dan diresmikan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 10 Juni 2009, akhirnya mulai hari ini, Sabtu (27/10), jembatan Surabaya Madura (Suramadu) resmi digratiskan pengunaannya bagi kendaraan apapun yang melintas.

“Atas usulan dari berbagai pihak pada hari ini Jembatan Tol Suramadu resmi menjadi jembatan Nontol biasa,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan perubahan status jembatan Suramadu dari Tol menjadi Nontol, Sabtu (27/10).

Presiden Jokowi meresmikan perubahan status Jembatan yang ground breaking-nya dilakukan semasa Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarno Putri pada 20 Agustus 2003, di pertengahan jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa.

Loading...

Baca juga: Mulai Besok Jembatan Suramadu Digratiskan, Begini Kata TKN Jokowi-KH Ma’ruf

Kepala Negara mengharapkan dengan perubahan menjadi jembatan Nontol, pertumbuhan ekonomi Pulau Madura akan semakin baik. Investasi akan semakin banyak, baik properti maupun turisme.

Dengan perubahan status itu maka tidak ada lagi tarif bagi kendaraan yang melintas di jembatan itu.

“Memang selama ini dengan jalan tol ini negara mendapat pemasukan tetapi tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi yang ada di Madura,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, keputusan itu merupakan keputusan untuk rasa keadilan bagi seluruh rakyat terutama Madura.

Baca juga: 8 Tahun Jembatan Suramadu Berdiri, Angka Kemiskinan di Madura Tetap Tinggi

Presiden menjelaskan pada 2015, ada masukan dan saran dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Madura yang menyampaikan kepada dirinya supaya sepeda motor digratiskan melintas jembatan. “Setelah dilakukan kajian, kita gratiskan,” katanya.

Kemudian pada tahun 2016, ada usulan pemotongan tarif yang kemudian dipotong sebesar 50 persen.

“Tapi itu belum memberi dampak bagi pertumbuham ekonomi, kita lihat ketimpangan ekonomi dan kemiskinan Madura dengan daerah-daerah di Jawa Timur seperti, Surabaya, Gresik masih tinggi,” katanya.

Presiden Jokowi menyebutkan angka kemiskinan berbagai daerah di Jawa Timur itu hanya 4,6 persen sementara di Madura 16 -23 persen.

Untuk diketahui, perubahan status Jembatan Suramadu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98 Tahun 2018 tentang Jembatan Surabaya-Madura. Di pasal 1 Perpres tersebut tertera pengoperasian Jembatan Suramadu sebagai jalan tol diubah menjadi jalan umum tanpa tol.

Selain itu, pada Pasal 2 Perpres tersebut, Presiden RI juga menetapkan penyelenggaraan Jembatan Surabaya-Madura sebagai jalan umum tanpa tol dilaksanakan oleh Menteri yang menyelenggarakan pemerintahan di bidang jalan.

Dengan berlakunya Perpres No. 98/2018, Keputusan Presiden No. 79 Tahun 2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura dan Ketentuan Pasal 12 huruf b pada Perpres No. 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura sebagaimana telah diubah dengan Perpres No. 23 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.  (ARif R)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU