Pindah Partai, Titiek Soeharto Tidak Konsultasi ke Golkar

0
145
Titiek Soeharto.

BANTUL, SERUJI.CO.ID –  Siti Hediati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto tidak berkonsultasi terlebih dulu dengan petinggi Partai Golongan Karya mengenai keputusan keluarnya dari partai dan pindah ke Partai Berkarya.

“Terus terang belum ada konsultasi, kami tidak konsultasi, kalau konsultasi pasti berat,” kata Titiek Soeharto usai acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya di komplek Museum HM Soeharto Dusun Kemusuk, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (11/6) petang.

Dalam pidato Titiek Soeharto acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya yang dihadiri Ketua Umum Hutomo Mandala Putra, Sekjen partai Priyo Budi Santoso itu Titiek resmi menyatakan keluar dari Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya.

“Saya rasa dengan adanya teman-teman pers ini tentunya sudah dengar (pernyataan politiknya), dengan saya di sini pakai jaket kuning ya otomatislah. Tentunya saya nanti juga akan pamitan dengan para petinggi Partai Golkar,” ucapnya.

Titiek Soeharto yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Golkar itu tentu punya konsekuensinya ketika berpindah partai, yaitu dengan legawa melepaskan keanggotaan di parlemen serta jabatan yang melekat.

“Saya tidak mau ‘gandoli’ (pertahankan), tidak mau gandoli jabatan saya di DPR, kalau memang sudah selesai ya selesai, ini konsekuensi saya daripada saya yang telah mengundurkan diri,” ujar Titiek.

Disinggung soal target Partai Berkarya setelah dirinya bergabung, Titiek menjelaskan, partai yang didirikan adiknya, yaitu Hutomo Mandala Putra itu sudah menargetkan sebanyak 80 kursi di DPR RI sebelum dirinya bergabung dengan partai.

“Target 80 kursi memang cukup berat, tapi Insya Allah kita akan kerja keras dengan sisa waktu yang ada ini. Mudah-mudahan dapat caleg (calon anggota legislatif) bagus, caleg yang berdedikasi pikirkan bangsa dan negara maju ke depan,” tuturnya, berharap.

Sementara, dalam pidato politiknya Titiek mengatakan, Partai Berkarya harus lulus “Parliamentary threshold” dalam Pileg 2019 agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan, mencerdaskan bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan komponen Bangsa, agar cita-cita Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud,” katanya. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sohibul Iman - Sudirman Said

Sudirman: 27 Juni Akan Muncul Pemimpin Baru Yang Bekerja Keras untuk Rakyat

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur nomor urut dua dalam Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said, optimis akan lahir pemimpin baru di Jawa Tengah usai pencoblosan...
habib rizieq shihab

Miliki Pengaruh Besar, Tempatkan Habib Rizieq Sebagai Pemimpin Umat Saat Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa pengaruh Habib Rizieq Shihab sangat diperhitungkan jelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu,...

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...