Pindah Partai, Titiek Soeharto Tidak Konsultasi ke Golkar

BANTUL, SERUJI.CO.ID –  Siti Hediati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto tidak berkonsultasi terlebih dulu dengan petinggi Partai Golongan Karya mengenai keputusan keluarnya dari partai dan pindah ke Partai Berkarya.

“Terus terang belum ada konsultasi, kami tidak konsultasi, kalau konsultasi pasti berat,” kata Titiek Soeharto usai acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya di komplek Museum HM Soeharto Dusun Kemusuk, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (11/6) petang.

Dalam pidato Titiek Soeharto acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya yang dihadiri Ketua Umum Hutomo Mandala Putra, Sekjen partai Priyo Budi Santoso itu Titiek resmi menyatakan keluar dari Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya.

“Saya rasa dengan adanya teman-teman pers ini tentunya sudah dengar (pernyataan politiknya), dengan saya di sini pakai jaket kuning ya otomatislah. Tentunya saya nanti juga akan pamitan dengan para petinggi Partai Golkar,” ucapnya.

Titiek Soeharto yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Golkar itu tentu punya konsekuensinya ketika berpindah partai, yaitu dengan legawa melepaskan keanggotaan di parlemen serta jabatan yang melekat.

“Saya tidak mau ‘gandoli’ (pertahankan), tidak mau gandoli jabatan saya di DPR, kalau memang sudah selesai ya selesai, ini konsekuensi saya daripada saya yang telah mengundurkan diri,” ujar Titiek.

Disinggung soal target Partai Berkarya setelah dirinya bergabung, Titiek menjelaskan, partai yang didirikan adiknya, yaitu Hutomo Mandala Putra itu sudah menargetkan sebanyak 80 kursi di DPR RI sebelum dirinya bergabung dengan partai.

“Target 80 kursi memang cukup berat, tapi Insya Allah kita akan kerja keras dengan sisa waktu yang ada ini. Mudah-mudahan dapat caleg (calon anggota legislatif) bagus, caleg yang berdedikasi pikirkan bangsa dan negara maju ke depan,” tuturnya, berharap.

Sementara, dalam pidato politiknya Titiek mengatakan, Partai Berkarya harus lulus “Parliamentary threshold” dalam Pileg 2019 agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan, mencerdaskan bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan komponen Bangsa, agar cita-cita Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud,” katanya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi