Batas Waktu Habis, KPU: OSO Tetap Tidak Masuk DCT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) tetap tidak masuk dalam daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Pemilu 2019. Alasannya, OSO belum juga menyerahkan surat penguduran diri dari jabatan Ketum Hanura hingga batas waktu yang diberikan.

“Kami tidak masukkan OSO ke dalam DCT,” ujar komisioner KPU Ilham Saputra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Agar OSO bisa masuk dalam DCT anggota DPD RI, KPU mempersyaratkan OSO mengajukan surat pengunduran diri. Syarat ini diberikan KPU terkait tindak lanjut putusan MA dan PTUN yang memerintahkan KPU untuk memasukan OSO dalam DCT.

Ilham mengatakan hingga batas waktu yang telah ditentukan, yakni 21 Desember 2018 pukul 23.59, pihak OSO tidak menyerahkan surat pengunduran diri tersebut.

“Sampai tadi malam, tidak ada dari pihak OSO yang menyerahkan surat pengunduran diri beliau,” kata Ilham.

Oleh karena itu, Ilham mengatakan KPU tidak akan melakukan perubahan atas Surat Keputusan (SK) pentapan DCT. Hal ini berarti OSO tidak terdaftar sebagai calon anggota DPD pada pemilu 2019.

“Ya otomatis tidak ada perubahan SK, OSO tetap tidak masuk DCT” pungkasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

Selesai ?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER