Yang terakhir terkait isu kemampuan Jokowi mengatasi masalah, mayoritas publik atau 35,9 persen menilai pemerintahan Jokowi tidak mampu mengatasi masalah, sedangkan yang meyakini bahwa rezim ini mampu sebesar 35,4 persen.
“Patut disayangkan publik sangat terbelah dalam 3 isu sensitif yang kami uji terhadap Jokowi. Sementara berdasar evaluasi persepsi, Jokowi memiliki problem atas persepsi kompetensi, identitas dan integritas sekaligus,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, di Jakarta, Senin (2/10).
Survey yang melibatkan 1000 responden, dengan populasi seluruh warga Indonesia yang masuk dalam kategori pemilih. Dalam survei dengan margin of error sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen ini juga menemukan, masalah paling penting saat ini yang harus segera diselesaikan adalah kemiskinan 16,6 persen, harga kebutuhan pokok dan listrik 16,0 persen, lowongan kerja 9,8 persen dan korupsi 9,1 persen.
“Dari 83,3 persen data masalah yang dirasakan publik, hampir separuhnya 43,3 persen merupakan tekanan ekonomi,” kata Rico.
Rico menambahkan, kesulitan keuangan memiliki porsi terbesar dalam memicu stres yang dirasakan masyarakat dengan score sebesar 71,5 persen. Kemudian disusul tingginya biaya hidup sebesar 64,5 persen.
“Sehingga bukan hal berlebihan rasanya bila data menunjukkan saat ini mood publik memburuk, dikarenakan secara riil himpitan ekonomi dirasakan secara merata di semua strata demografis,” tukasnya. (Arif R/Achmad/Hrn)

Tidak mungkin seseorang masih dianggap cerdas dan punya nalar kebaikan yang hebat jika saat yang sama dia masih percaya Pak Jokowi.
Tokoh2 Islam dikriminalisasi, diborgol, dipenjara……sementara antek2 PKI dibiarkan merajalela
Dari kasus tolikara merambat ke ahok dan pembiaran ujaran kebencian terhadap Islam
Survey membuktikan…