Waksekjen MUI Pertanyakan Mengapa Sebut China Dilarang

Jakarta, Seruji.com– Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnaen mengaku heran atas adanya satu kata yang dilarang. Kata tersebut adalah China.

Dirinya pun menjelaskan, jika kata itu diucapkan maka akan dicap sebagai pelaku rasis. “Sebut kata ini dikit-dikit dicap rasis lah, anti kebhinekaanlah, masya Allah,” ujarnya saat memberikan ceramah dalam tabligh akbar Politik Islam di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Dirinya pun menyebutkan, bahwa ini menunjukan kita sedang dijajah secara pemikiran. “Padahal mereka sendiri mengakui sebagai China. Makanya ada RRC, restoran China,” jelasnya.

Dirinya juga bergurau apakah asyik menyebutkan, pete Tiongkok. “Kan enggak enak, enakan pete China,” tutur Tengku.

Namun, KH Tengku Zulkarnaen tidak masalah bila disebut rasis sebab dirinya merupakan peranakan China. “Bapak saya China, ibu saya China, sepupu saya China dan saya pun pasti China,” ungkapnya. (Bm/Jm)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.