Waksekjen MUI Pertanyakan Mengapa Sebut China Dilarang

160

Jakarta, Seruji.com– Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnaen mengaku heran atas adanya satu kata yang dilarang. Kata tersebut adalah China.

Dirinya pun menjelaskan, jika kata itu diucapkan maka akan dicap sebagai pelaku rasis. “Sebut kata ini dikit-dikit dicap rasis lah, anti kebhinekaanlah, masya Allah,” ujarnya saat memberikan ceramah dalam tabligh akbar Politik Islam di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Dirinya pun menyebutkan, bahwa ini menunjukan kita sedang dijajah secara pemikiran. “Padahal mereka sendiri mengakui sebagai China. Makanya ada RRC, restoran China,” jelasnya.

Dirinya juga bergurau apakah asyik menyebutkan, pete Tiongkok. “Kan enggak enak, enakan pete China,” tutur Tengku.

Namun, KH Tengku Zulkarnaen tidak masalah bila disebut rasis sebab dirinya merupakan peranakan China. “Bapak saya China, ibu saya China, sepupu saya China dan saya pun pasti China,” ungkapnya. (Bm/Jm)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama