Tanggapi Kualitas Udara Jakarta, Cak Imin: Gawat! Keluar Rumah Harus Pakai Masker

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kualitas udara kota Jakarta yang memburuk saat ini, mendapat perhatian Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa dengan panggilan Cak Imin.

Pria yang juga Ketua Umum Partai Kebangkita Bangsa (PKB) ini merasa prihatin atas hasil pantauan kualitas udara di Ibu Kota negara RI, yang menurutnya sudah dalam kondisi gawat.

“Gawat Jakarta! Kayaknya sudah harus pakai masker keluar rumah di Jakarta!,” ujar Cak Imin lewat akun twitternya yang telah terverifikasi di @cakimiNOW, Rabu (31/7).

Lewat cuitannya di twitter tersebut, Cak Imin juga membagikan sebuah video yang memperlihatkan pemandangan kondisi udara di atas kota Jakarta.

Cuitan cak Imin tersebut langsung mendapat respon beragam dari warganet. Ada yang turut prihatin, ada juga yang mengecam Cak Imin karena dianggap hanya ‘nyinyir’ kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Kalo mau udara segar pergi ke ibu gunung jangan ke ibu kota. Ketum kok nyunyir bangke,” tulis akun @pejuang02ps.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

“Duit Ostrali”

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER