Setelah Sempat Hilang, Artikel “SBY Terlibat Century” Muncul Lagi di Asia Sentinel

2
131
  • 6
    Shares
Asia Sentinel
Capture laman artikel "Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’" di situs Asia Sentinel.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setelah sempat menghilang beberapa hari lalu, artikel “Indonesia’s SBY Governmant: Vast Criminal Conspiracy” di portal Asia Sentinel, kembali tayang hari ini, Sabtu (15/9).

Artikel yang menulis keterlibatan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus Bank Century, membuat heboh dunia politik tanah air dan jadi perbincangan kalangan elit di Indonesia, pertama tayang pada Selasa (11/9). Selang beberapa hari, mulai Kamis (13/9) artikel tersebut pun menghilang.

SERUJI pagi ini mencoba kembali mengakses artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen di url https://www.asiasentinel.com/politics/indonesia-sby-government-criminal-conspiracy/ berhasil membuka.

Loading...

Baca juga: Mendadak Artikel “SBY Terlibat Kasus Century” Hilang di Portal Asia Sentinel

Artikel tersebut mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara Indonesia hingga 12 miliar dolar AS dan tindakan pencucian uang yang dilakukan melalui perbankan internasional.

Artikel tersebut juga menyebut laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International, ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

“Setidaknya 30 pejabat terlibat dalam skema tersebut. Hal itu terungkap dalam dokumen penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan Mahkamah Agung Mauritian minggu lalu,” tulis laporan yang diunggah di situs asiasentinel.com, Selasa (11/9).

Artikel ditulis berdasarkan analisis forensik disertai berbagai bukti, dan dikompilasi oleh satuan tugas penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara lain.

Baca juga: Sebut SBY Terlibat Pencucian Uang, Demokrat Akan Gugat Asia Sentinel dan Penulisnya

Laporan tersebut dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah yang menyeret keterlibatan lembaga keuangan internasional, termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (UOB) Singapura, dan lainnya.

Dalam artikel itu juga ditulis terdapat konspirasi atau rekayasa saat pemerintah menetapkan Century sebagai bank yang gagal pada tahun 2008.

Sementara itu, Partai Demokrat lewat Sekjennya, Hinca Pandjaitan, Jumat (15/9) telah membantah apa yang ditulis dalam artikel yang ia sebut fitnah dan opini pribadi dari John Berthelsen.

“Artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadinya. Sumber beritanya diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tdk menyebut SBY & @PDemokrat,” kata Hinca lewat akunt twitter resminya @hincapandjaitan, Jumat (14/9).

(ARif R)

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU