Luruskan Soal Info Hoaks, Kominfo Akui Gerak Cepat FPI Pascagempa di Kota Palu


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Setelah sempat jadi kontroversi di masyarakat atas siaran pers yang menyebutkan informasi hoaks terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, salah satunya terkait Relawan Geraka cepat Front Pembela Islam, Komenterian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) akhirnya memberikan klarifikasi.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu menyatakan pihaknya tidak menafikan peran seluruh komponen bangsa termasuk FPI yang telah berpartisipasi dalam penanganan korban gempa bumi dan tsunami di Palu.

Ferdinandus Setu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/10), mengatakan pihaknya mengapresiasi seluruh anak bangsa turut serta dalam meringankan beban korban gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu tersebut.

“Kominfo tidak menyatakan bahwa seakan-akan FPI tidak melakukan bantuan di sana, sama sekali tidak. Kami tidak pernah menyampaikan bahwa FPI tidak melakukan gerak cepat. Oleh karenanya bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa termasuk FPI kita patut apresiasi,” katanya.

Baca juga: Kominfo Sebut Keberadaan di Palu Hoaks, FPI: Kami Bekerja Bukan untuk Pencitraan

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan terkait siaran pers Kominfo nomor 253/HM/KOMINFO/10/2018 Tentang Identifikasi Hoaks, yang merilis sebuah foto dengan keterangan gerak cepat relawan FPI evakuasi gempa Palu 7.7 yang dinilai hoaks.

Ia mengatakan, foto yang beredar di dunia maya dengan keterangan gerak cepat FPI gempa 7.7 Palu tersebut awalnya diadukan masyarakat melalui akun aduan konten yang dimiliki Kemkominfo, untuk meneliti kebenarannya.

Setelah diteliti dengan menggunakan mesin pengais yang dimiliki oleh Kominfo, ternyata foto tersebut pernah diunggah pada 2015 saat FPI membantu para korban bencana korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi.

“Kami tidak pernah menyampaikan FPI tidak melakukan gerak cepat di Palu,” katanya.

Baca juga: Jurnalis The Guardian Konfirmasi Kehadiran FPI Pascagempa di Palu

Hal itu, menurut dia semata-mata foto yang beredar di dunia maya dengan keterangan yang tidak tepat.

“Apa yang dilakukan Kominfo di dunia maya hanya untuk memastikan ranah internet kita bebas dari hoax,” katanya.

Ia juga mengapresiasi ribuan notifikasi yang telah diterimanya dari berbagai media sosial yang dimilikinya setelah pers rilis yang diterbitkan oleh Kominfo tersebut.

“Teman-temen FPI ada yang mengirimkan foto-foto dari sana, saya berterima kasih,” katanya. (Ant/SU01)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close