Jenderal Gatot Nurmantyo Diwisuda Purna Wira Bersama 145 Pati TNI AD Lainnya

MAGELANG, SERUJI.CO.ID – Mantan Kepala Staf TNI AD dan kemudian Panglima TNI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, turut dalam rombongan para perwira tinggi TNI AD yang diwisuda Purna Wira. Maknanya, secara dinas dan tradisi di lingkungan TNI AD, mereka sudah purna tugas secara paripurna.

Adalah Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Moelyono, yang mewisuda Nurmantyo bersama 130 purnawiran perwira tinggi lain TNI AD, di Gedung Lilly Rochli, Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, aHAD (11/11).

Tradisi ini bertepatan dengan hari ulang tahun Akademi Militer, yang saat ini telah berusia 61 tahun.

Di Akademi Militer inilah mereka semua dibentuk, ditempa, dan dididik menjadi perwira TNI AD; termasuk juga untuk perempuan perwira yang kemudian menjadi anggota Korps Wanita TNI AD, pada masa awal seleksi dan pendidikan mereka sebagai perwira karir TNI AD. Di Akademi Militer itu juga mereka mengakhiri pengabdian dinas militer aktif mereka di TNI AD dengan segala penghormatannya.

Para wisudawan itu terdiri dari satu orang jenderal berbintang empat, yaitu Nurmantyo, 10 letnan jenderal, 46 mayor jenderal, dan 73 brigadir jenderal. Di antara peserta wisuda terdapat empat perwira tinggi dari Korps Wanita TNI AD.

10 pati berpangkat bintang tiga, yakni Letnan Jenderal TNI (Purn) Torry Djohar Banguntoro (mantan Wakil Kepala BIN), Letnan Jenderal TNI Purn Sonny Widjaya (mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Syafril Mahyudin (mantan Inspektur Jenderal Markas Besar TNI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Eko Wiratmoko (mantan Sesmenko Polhukam), Letnan Jenderal TNI Purn M Erwin Safitri (mantan Wakil Kepala Staf TNI AD).

Lalu Letnan Jenderal TNI (Purn) Yayat Sudrajat (mantan Sesmenko Polhukam), Letnan Jenderal TNI (Purn) Setyo Sularso (mantan Inspektur Jenderal Markas Besar TNI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Bayu Purwiyono (mantan Komandan Jenderal Akademi TNI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo (mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan), dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Kriswanto (mantan Panglima Kostrad).

Sebelum mewisuda purnawira mereka, Moelyono mewisuda Nurmantyo, sebagai perwira tinggi paling senior dan paling tinggi jabatan terakhirnya.

Menurut daftar dari panitia pelaksana, total jumlah perwira tinggi yang diwisuda purnawira kali ini 146 orang, namun 15 orang tidak hadir.

Moelyono dalam sambutannya, mengatakan, upacara wisuda purnawira ini sangat istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-61 Akademi Militer pada 11 November 2018.

“Momen yang baik ini kiranya akan menjadi kenangan yang istimewa bagi para perwira tinggi Angkatan Darat yang diwisuda,” katanya.

Ia pun menyampaikan selamat kepada para purnawirawan yang hari ini mengakhiri masa pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD secara paripurna.

“Prosesi wisuda purnawira ini, pada hakikatnya merupakan wujud penghargaan dan ungkapan rasa hormat yang tulus dari segenap Keluarga Besar TNI AD kepada para perwira tinggi TNI AD atas pengabdiannya sejak mengawali dinas aktif hingga saat memasuki masa purnatugas,” kata Jendral Moelyono.

Keberhasilan dalam menutup pengabdian sebagai perwira tinggi TNI AD secara sempurna, kata dia, patut dihargai dan dihormati pada tataran tertinggi.

“Apa yang para wisudawan/wisudawati tunjukkan saat ini, merupakan impian dan cita-cita mulia dari setiap perwira TNI AD,” kata dia.

Oleh karena itu, momen wisuda purnawira ini merupakan persembahan tertinggi yang dapat kami berikan, sekaligus sebagai wujud rasa terima kasih dan kebanggaan tulus dari kami sebagai generasi-generasi penerus TNI AD.

“Kami menyadari bahwa pengorbanan dan kontribusi yang begitu besar yang telah para wisudawan berikan demi kemajuan dan kejayaan TNI AD merupakan sumbangsih yang tidak ternilai harganya. Oleh karenanya, hal tersebut akan terus menjadi catatan sejarah, contoh teladan, sekaligus amanah yang akan kami lanjutkan sebagai generasi penerus TNI Angkatan Darat,” ucap dia.

Rangkaian wisuda purnawira TNI AD berlangsung pada 9-11 November 2018, diawali tradisi penyambutan di pintu gerbang Akademi Militer, tradisi Puncak Tidar, malam temu kangen dan upacara wisuda purnawira perwira tinggi TNI AD. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy