Fahri Hamzah: Pulanglah Pak Presiden, Ada Yang dilukai Lagi Bernama Hermansyah

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah, menuangkan keprihatinannya atas kasus penganiayaan yang menimpa Ahli IT ITB, Hermansyah lewat ciutannya di akun twitter @Fahrihamzah, pada Ahad (9/7).

Ciutan yang kemudian diberi judul “Pulanglah Pak Presiden, Ada Yang dilukai Lagi Bernama Hermansyah” mendapat perhatian netizen dan di share ribuan kali.

Berikut twit lengkap Fahri Hamzah tersebut;

Bapak presiden,
Ada yang terluka lagi,
Seorang anak muda,
Bersekolah tinggi ahli luar biasa…
Tubuhnya tersayat…

Ia dikenal,
Karena menggunakan ilmunya untuk meragukan kerja aparat negara…
Sikap kritisnya mengubah pandangan mata…

Karena di negeri kita,
Aparat bekerja sering tanpa hati.
Aparat bekerja minta dipuji.
Aparat bekerja untuk diri sendiri.

Dan aparat penegak hukum bekerja tanpa alat bukti…
Dan aparat hukum bekerja bukan mencari kebenaran sejati…

Namanya Hermansyah,
Dikeroyok 4-5 orang tak dikenal..
Entah karena apa…
Tetapi apa salah herman?
Badannya penuh luka..

Bapak presiden,
Sebelumnya ada banyak yang diserang…
Penyidik dan juga polisi…
Ada yg dibunuh dalam tragedi…

Bisakah kita menjawab apakah yang terjadi? Sebab satu perkara tak tertangani sama saja dengan restu terulang kembali..

Dan terlalu banyak yang tak tertangani…
Keadilan seperti diundurkan..
Seperti keadilan diabaikan…
Justice delayed.. justice denied…

Aparat penegak hukum kita menganggap kerja menegakkan hukum seperti kejar tayang kantor berita…

Panggung penegakan hukum kita berisi cerita bukan fakta..peradilan kita berisi fiksi bukan alat bukti…

Bapak presiden,
Mengertikan bapak yang yang saya katakan? Ini tentang pondasi kesadaran publik pak, Tentang apa yg membuat kita bertahan..

Jika hukum tak lagi dapat diandalkan.. dan keadilan seperi menjadi urusan masing2 maka sebenarnya kita sudah tidak bersama..

Bapak merasa semua bisa dibereskan..
Dengan sekali angkat telepon atau memanggil pejabat Bersangkutan..

Tetapi bagaimana dengan hermansyah?
Bagaimana dengan novel baswedan?
Bagaimana dengan korban yang diabaikan?

Pulanglah bapak presiden,
Di sini banyak kerjaan…
Di sini banyak yang harus dibereskan…
Dan hukum adalah bab pendahuluan…

Jika bapak gagal menegakkan hukum..bukan saja tidak ada orang datang Berdagang.. Tapi kita menyiapkan perang..

Entah dengan siapa…
Tetapi perang terjadi karena jalan hukum makin tidak terang…di sepanjang jalan banyak preman ..

Benahilah hukum ini,
Wahai bapak presiden,
Tegakkanlah keadilan..
Meski besok langit runtuh..
Fiat justitia ruat caelum.

 

(Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.