Dua Kapal Asing Lakukan Ilegal Fishing Diamankan di Perairan Belawan

1
31
Para ABK dari kapal asing yang melakukan ilegal fishing di Perairan Belawan, Selasa (17/10/2017) (foto:Mica/Seruji)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – KRI Karel Satsuit Tubun (KST) berhasil mengamankan dua unit kapal asing tanpa bendera yang melakukan penangkapan ikan ilegal di Perairan Indonesia, Selasa (17/10) sore. Dari kapal tersebut, petugas turut mengamankan 8 orang ABK berkewaarganegaraan asing serta muatan ikan campuran sebanyak 2 ton.

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat (Danguspurlabar) Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah SE menyebutkan dua unit kapal yang diamankan yakni Kapal PKFB 1190 dan Kapal PSF 2493 (U). Kedua kapal ini diamankan tepatnya pada kordinat 05 10 46 U – 099 01 49 T Perairan Laut Utara Belawan.

“Dari Kapal PKFB 1190 diamankan 6 orang ABK, yakni satu orang berkewarganegaraan Thailand serta 5 orang berkewarganegaraan Kamboja. Sedangkan dari Kapal PSF 2493 (U) yang belum memuat hasil tangkapan diamankan 2 orang ABK berkewarganegaraan Thailand,” jelas Danguspurlabar.

Para ABK dari kapal asing yang melakukan ilegal fishing di Perairan Belawan, Selasa (17/10/2017) (foto:Mica/Seruji)

Danguspurlabar menambahkan Kapal PKFB 1190 dan Kapal PSF 2493 (U) ini telah melanggar batas wilayah dan melaksanakan ilegal fishing melewati Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) Indonesia. Di mana zona yang luasnya 200 mil dari garis dasar pantai tersebut negara mempunyai hak atas kekayaan alam di dalamnya, dan berhak menggunakan kebijakan hukumnya.

“Pada Operasi Samakta Udaya 2017 di Perairan Selat Malaka itu, penangkapan berawal saat KRI KST-356 bernomor lambung 356 yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar melihat secara visual rombongan kapal penangkap ikan asing tersebut. Namun hanya dua unit kapal yang sudah melewati garis ZEE Indonesia,” ucapnya.

Kemudian, KRI melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kedua kapal itu. Ternyata dua kapal tersebut tidak memiliki dokumen berlayar di sekitar ZEE dan dokumen penangkapan ikan yang sah. Maka dilakukan penangkapan dan pemeriksaan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, dua kapal asing ini dikawal menuju Lantamal I.

“Dan saat ini telah diamanakan di Dermaga Mako Lantamal I guna diproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Para pelaku disangka melanggar Pasal 93 ayat 85 Jo Pasal 104 Undang-Undang RI No 45 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp20 Miliar,” bebernya. (Mica/Hrn)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...