Buruh Indonesia Tolak TKA Cina Unskilled

Jakarta – Ratusan massa dari berbagai elemen buruh berujjuk rasa di depan Istana Negara. Senin (6/2). Diantara tuntutan yang diajukan dalam unjuk rasa tersebut adalah menolak tenaga kerja asing dari Cina yang tidak memiliki ketrampilan (TKA Cina unskilled).

Masa berkumpul sejak pukul 08.30 yang diawali kedatangan sekitar 50 orang dari Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di depan Patung Kuda Indosat. Mulai pukul 10.25 jumlah masa terus bertambah menjadi sekitar 250 orang, termasuk 100 orang masa aksi dari elemen yang mengatasnamakan Serikat Pekerja Hero Supermaket (SPHS).

Sepuluh menit kemudian jumlah ini bertambah banyak hingga ada yang memperkirakan hampir menccapai angka 1.000 orang.

Pengunjuk rasa membawa spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan. Beberapa tuntutan yang disampaikan adalah menolak upah murah, menolak TKA Cina unskilled, meminta pemerintah menurunkan harga barang termasuk menolak kenaikan tarif dasar listrik, BBM, BPKB dan STNK.

Dari aspek perundang-undangan, mereka juga meminta judicial review PP No. 78/2015 sekaligus menuntut pencabutannya, menolak revisi UU No. 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, serta menolak surat edaran dari Menteri Dalam Negeri terkait penerapan RPP pengupahan di setiap daerah.

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan aksi nasional tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun FSMPI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) ke-18 dan Sosialisasi Isu Perjuangan Buruh Indonesia di Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, sekaligus Konggres ke-4 KSPI tahun 2017.

Dua hari silam, Said mengungkapkan, ‎puluhan ribu buruh merasakan ancaman banyaknya TKA Cina ilegal ketika lapangan pekerjaan makin sempit dan daya beli buruh menurun akibat upah murah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. “Bayangkan upah buruh tahun 2017 ini hanya naik $10 – $20 per bulan, seharga satu kebab di Eropa, sedangkan TKA Tiongkok Ilegal ada yang dibayar Rp 10 juta per bulan,” ujarnya.

Tercatat ada 20 elemen buruh yang tergabung unjuk rasa hari ini. Selain dari DPP FSPMI, juga terdata buruh dari SPN (Serikat Pekerja Nasional), FGSBM (Federasi Gabungan Serikat Buruh Mandiri), dan belasan elemen lainnya termasuk Serikat Pekerja Hero Supermarket dan Gerakan Buruh Indonesia (GBI).

EDITOR: IWAN Y

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Selesai ?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik