close

Berikut Penjelasan Danpaspampres Soal Video Larangan Foto 2 Jari dengan Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberikan penjelasan terkait aksi spontan anggota Paspampres yang melarang mahasiswa yang berswafoto dengan Presiden Jokowi mengacungkan 2 jari. Aksi anggota Paspampres itu terekam disebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dijelaskan Suhartono, kehadiran Presiden Jokowi di Universitas Sumatera Utara (USU) adalah dalam rangka menghadiri undangan Dies Natalis ke-66. Presiden disambut meriah mahasiswa dengan mengajak berswafoto.

“Diantara mereka ada yang berteriak ‘lanjutkan..’ sambil mengacungkan satu jari, ada juga yang bilang ‘pak Jokowi dua periode pak… !’ sambil mengacungkan dua jari,” jelas Suhartono lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa tersebut, lanjut Suhartono, spontan anggota Paspampres yang berpikiran bahwa kampus bukan tempat berpolitik praktis menghimbau warga yang berteriak-teriak histeris sambil mengacungkan jari tersebut.


“Kalau mau foto tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,” kata Suhartono menirukan apa yang disampaikan anggotanya saat itu, sambil melipat jari mahasiswa di dekatnya.

Baca juga: Video: Paspampres Larang Mahasiswa Acungkan 2 Jari Saat Berfoto dengan Jokowi

Ditegaskan Suhartono, anggotanya hanya berpikiran bahwa kampus bukan tempat berpolitik praktis. “Apalagi Presiden menghadiri undangan resmi,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang Paspampres yang berdiri tidak jauh dari Presiden melipat jari seorang mahasiswa yang mengacungkan dua jari saat berswafoto dengan Presiden Jokowi.

Paspampres tersebut terlihat melipat jari mahasiswa berjaket hijau tersebut dan kemudian merubahnya menjadi jempol.

Kontan aksi Paspampres itu menarik warganet, karena diduga Paspampres ‘memaksa’ mahasiswa itu untuk tidak mengacungkan dua jari, yang disamakan dengan nomor urut pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

(ARif R)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi