Berikut Penjelasan Danpaspampres Soal Video Larangan Foto 2 Jari dengan Jokowi

0
453
  • 15
    Shares
Foto saat Paspampres ubah jari mahasiswa dari salam 2 jari menjadi acungan jempol saat berswafoto dengan Presiden Jokowi, di USU, Senin (8/10/2018).

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI (Mar) Suhartono memberikan penjelasan terkait aksi spontan anggota Paspampres yang melarang mahasiswa yang berswafoto dengan Presiden Jokowi mengacungkan 2 jari. Aksi anggota Paspampres itu terekam disebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dijelaskan Suhartono, kehadiran Presiden Jokowi di Universitas Sumatera Utara (USU) adalah dalam rangka menghadiri undangan Dies Natalis ke-66. Presiden disambut meriah mahasiswa dengan mengajak berswafoto.

“Diantara mereka ada yang berteriak ‘lanjutkan..’ sambil mengacungkan satu jari, ada juga yang bilang ‘pak Jokowi dua periode pak… !’ sambil mengacungkan dua jari,” jelas Suhartono lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (9/10).

Melihat aksi mahasiswa tersebut, lanjut Suhartono, spontan anggota Paspampres yang berpikiran bahwa kampus bukan tempat berpolitik praktis menghimbau warga yang berteriak-teriak histeris sambil mengacungkan jari tersebut.

“Kalau mau foto tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,” kata Suhartono menirukan apa yang disampaikan anggotanya saat itu, sambil melipat jari mahasiswa di dekatnya.

Baca juga: Video: Paspampres Larang Mahasiswa Acungkan 2 Jari Saat Berfoto dengan Jokowi

Ditegaskan Suhartono, anggotanya hanya berpikiran bahwa kampus bukan tempat berpolitik praktis. “Apalagi Presiden menghadiri undangan resmi,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang Paspampres yang berdiri tidak jauh dari Presiden melipat jari seorang mahasiswa yang mengacungkan dua jari saat berswafoto dengan Presiden Jokowi.

Paspampres tersebut terlihat melipat jari mahasiswa berjaket hijau tersebut dan kemudian merubahnya menjadi jempol.

Kontan aksi Paspampres itu menarik warganet, karena diduga Paspampres ‘memaksa’ mahasiswa itu untuk tidak mengacungkan dua jari, yang disamakan dengan nomor urut pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU