“Yang berbahaya itu oksidan hasil dari metabolisme glukosa dan kelebihan glukosa yang di simpan dalam bentuk lemak. Karena lemak tersebut yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah. Hal Inilah yang menurut asumsi saya kenapa karbohidrat dipersepsikan sebagai makanan yang merusak,” jelasnya.
Tubuh manusia membutuhkan macam-macam zat makanan, seperti karbohidrat untuk kebutuhan kalori secara cepat, kolesterol untuk hormonal, protein untuk pertumbuhan, vitamin dan mineral untuk enzym, darah, tulang dan lain-lain, serta air untuk katalisator.
“Kebutuhan tubuh terhadap konsumsi karbohidarat berkisar antara 50-60% dari total kalori yang dibutuhkan, sedangkan lemak sekitar 15-18%. Konsumsi berlebihan pada lemak maupun karbohidart sama–sama beresiko menimbulkan gangguan kesehatan,” kata dr. Sarno.
Dalam bagian akhir pesannya, dr. Sarno mengingatkan bahwa pada intinya jika kita makan sesuai kebutuhan Insya Allah tidak akan menimbulkan penyakit.
“Makanlah jika kamu lapar dan berhentilah sebelum kenyang,” pungkas dr. Sarno.
(dr. Endang S/Efka/Hrn)

Oooo….begitu ya Dok….