WONOGIRI, SERUJI.CO.ID – Di era digital ini begitu mudah informasi diakses publik, tak terkecuali informasi tentang kesehatan. Belum lama ini beredar pesan yang tersebar luas lewat aplikasi kirim pesan WhatsApp yang mengatakan bahwa lemak yang terkandung dalam makanan tidak ada korelasinya dengan kolesterol dalam darah.
Menurut pesan yang dikirim secara berantai tersebut dan diklaim merupakan hasil penelitian dari seorang dokter ahli, yang justru harus diwaspadai adalah karbohidrat yang kita konsumsi setiap hari, karena sebagai biang pemicu tingginya kolesterol dalam darah, bukan lemak yang dikonsumsi.
Untuk mengkonfirmasi kebenaran tulisan tersebut, SERUJI meminta pendapat kepada pakar gizi dr. Sarno, M.Gizi dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) cabang Wonogiri ini menjelaskan bahwa lemak yang kita konsumsi tidak langsung masuk ke pembuluh darah, tetapi masuk dulu ke pembuluh limph dan akan dimetabolisme di hati.
Hasil metabolisme di hati tersebut adalah kolesterol yang kemudian beredar dalam pembuluh darah. Kolesterol tersebut sebagian akan di gunakan dalam pembentukan hormon dan beberapa katalis.

Oooo….begitu ya Dok….