Akhirnya, Mahfud MD Minta Maaf Soal Prabowo Menang di Provinsi Islam “Garis Keras”

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD yang menyebut bahwa daerah yang dimenangkan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga adalah provinsi yang dahulunya dinilai sebagai daerah dengan “Islam Garis Keras” telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pernyataan yang disampaikan saat diwawancarai sebuah TV Swasta nasional tersebut, dinilai telah melukai berbagai pihak yang daerahnya disebut sebagai provinsi yang menganut ‘Islam Garis Keras’.

Walau Mahfud MD telah berusaha mengklarifikasi di berbagai kesempatan terkait istilah ‘Garis Keras’ yang ia gunakan, namun tak membuat polemik mereda.

Tak ingin memperpanjang polemik, Rabu (1/5), Mahfud MD menyampaikan permohonan maafnya terhadap istilah yang ia gunakan, yang dapat disalah pahami secara berbeda.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Mahfud lewat akun twitternya @mohmahfudmd dalam beberapa rangkaian cuitan yang berusaha menjelaskan kembali maksudnya menggunakan istilah ‘Garis Keras’.

“Di dalam term ilmu, istilah hard liner diartikan, ‘sikap kokoh, tidak mau berkompromi dengan pandangan yang dianggapnya tidak sejalan dgn prinsipnya’. Itu tertulis di literatur-literatur. Tapi bagi yang beda paham saya minta maaf. Maksud saya mengajak rekonsiliasi, bersatu, kok malah berpecah. Itu tdk bagus,” tulis Mahfud, Rabu (1/5).

“Arti garis keras di dalam literatur ‘is an adjective describing a stance on an issue that is inflexible and not subject to compromise‘. Arti ini tak bisa dicabut karena sudah jadi term dalam ilmu politik secara internasional. Tapi bagi yang salah memahami penggunaan istilah ini saya minta maaf,” tulis Mahfud di twit berikutnya.

Berikut Twit Lengkap Permintaan Maaf Mahfud MD;

Berita soal pernyataan Mahfud MD yang menimbulkan polemik tersebut dapat dibaca di sini: Mahfud MD Sebut Prabowo Menang di Provinsi “Islam Garis Keras”, Begini Fakta Yang Ditemukan SERUJI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.