Mahfud MD Sebut Prabowo Menang di Provinsi “Islam Garis Keras”, Begini Fakta Yang Ditemukan SERUJI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyebut bahwa daerah-daerah yang dimenangkan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga adalah provinsi yang dahulunya dinilai sebagai daerah dengan “Islam Garis Keras”.

Pernyataan Mahduf MD itu disampaikan saat diwawancarai sebuah TV Swasta Nasional terkait perlunya segera dilakukan rekonsiliasi nasional pasca Pilpres yang ia nilai sudah agak panas dan terjadi pembelahan di masyarakat.

“Tetapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat-tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga,” kata Mahfud disalah satu penggalan video tersebut.

Berikut Video Lengkap Pernyataan Mahfud MD Soal “Provinsi Garis Keras dalam Agama”

Begini Data Sementara Sebaran Kemenangan Prabowo dan Jokowi Berdasarkan Persentase Pemeluk Agama Islam

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU secara Nasional, Senin (29/4/2019) pukul 18.00 WIB.

Untuk mengetahui kebenaran pernyataan Mahfud MD tersebut, SERUJI melakukan simulasi dengan mengunggah data hasil scan C1 Pilpres 2019 yang ditampilkan di situs sistem perhituangan suara pemilu (Situng) KPU yang dapat diakses publik secara transparan di pemilu2019.kpu.go.id.

Dari data yang diambil SERUJI pada Senin (29/4) pukul 18.00 WIB, terlihat jumlah scan C1 yang telah diinput berasal dari 426.394 TPS, atau 52,42 persen dari total TPS yang berjumlah 813.350 TPS.

Pasangan Jokowi-KH Ma’ruf unggul sementara dengan mengumpulkan 44.822.529 suara (56,17%), sementara Prabowo-Sandiaga mengumpulkan 34.979.611 suara (43,83%).

Tidak Semua Provinsi Mayoritas Islam Dimenangkan Prabowo-Sandiaga

Real count scan C1 KPU pada 29/04/2019 pukul 18.00 WIB, yang dikelompokkkan SERUJI berdasarkan sebaran persentase pemeluk agama Islam di setiap Provinsi di Indonesia.

Dari data kemenangan berdasarkan provinsi, SERUJI kemudian memasukan data jumlah pemeluk agama di setiap provinsi. Untuk memudahkan, SERUJI kemudian mensortir hanya berdasarkan persentase pemeluk agama Islam di setiap Provinsi. Persentase pemeluk agama Islam ini datanya diambil dari berbagai sumber, dan diasumsikan sebagai data terbaru persentase pemeluk agama Islam di masing-masing provinsi.

Dari data ini, Provinsi Aceh menempati provinsi dengan persentase penganut agama Islam terbesar (98,19%), diikuti Sumatera Barat (97,42%), Gorontalo (97,38%), Bengkulu (97,24%), dan DI Yogyakarta (96,53%).

Provinsi dengan pemeluk agama Islam terkecil persentasenya berada di Provinsi NTT (9,05%), Bali (13,4%), dan Papua (15,89%).

Setelah diurutkan berdasarkan persentase pemeluk agama Islam dari setiap provinsi, maka ditemukan Fakta, bahwa pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga tidak lah memenangkan semua provinsi dengan pemeluk agama Islam berpersentase besar.

Provinsi dengan persentase pemeluk Islam besar yang dimenangkan Prabowo-Sandiaga secara telak (diatas 60%) hanya Aceh dengan kemenangan 84,81 persen, Sumbar (86,11%), NTB (67,42%), Kalsel (63,49%), Banten (61,58%), Riau (60,41%), dan Sultra (60,18%).

Di Gorontalo dengan persentase Muslim mencapai 97,38 persen, pasangan Jokowi-KH Ma’ruf uggul dengan 51,60 persen. Demikian juga di DI Yogyakarta, Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan 69,92 persen, Jateng (77,25%), dan Jatim (66,99%).

Berikut Tabel Kemenangan Prabowo dan Jokowi Berdasarkan Provinsi Diurut dengan Persentase Pemeluk Islam

NoWILAYAHISLAM (%)JOKOWI (%)PRABOWO (%)
1ACEH98,19%15,19%84,81%
2SUMBAR97,42%13,89%86,11%
3GORONTALO97,38%51,60%48,40%
4BENGKULU97,24%49,87%50,13%
5DIY96,53%69,92%30,08%
6JATENG96,28%77,25%22,75%
7KALSEL96,23%36,51%63,49%
8SULTRA95,00%39,82%60,18%
9NTB94,75%32,58%67,42%
10BANTEN94,62%38,42%61,58%
11JATIM94,35%66,99%33,01%
12SUMSEL94,30%40,71%59,29%
13JAMBI94,27%43,49%56,51%
14LAMPUNG93,55%59,16%40,84%
15JABAR93,40%43,78%56,22%
16BABEL88,72%63,55%36,45%
17SULSEL88,34%43,04%56,96%
18RIAU85,94%39,59%60,41%
19KALTIM85,57%58,49%41,51%
20JAKARTA83,30%52,50%47,50%
21SULBAR79,86%65,08%34,92%
22KEPRI77,13%55,04%44,96%
23SULTENG76,37%55,69%44,31%
24MALUT75,34%46,48%53,52%
25KALTENG70,29%61,20%38,80%
26SUMUT63,91%53,54%46,46%
27KALTARA59,54%69,90%30,10%
28KALBAR55,68%56,52%43,48%
29MALUKU50,61%62,65%37,35%
30SULUT31,65%75,55%24,45%
31PAPUA BARAT31,21%75,92%24,08%
32PAPUA15,89%79,38%20,62%
33BALI13,40%91,78%8,22%
34NTT9,05%89,07%10,93%

Jokowi Konsisten Unggul Telak di Provinsi Yang Pemeluk Islam Persentasenya Kecil

Real count scan C1 KPU pada 29/04/2019 pukul 18.00 WIB, yang dikelompokkkan SERUJI berdasarkan sebaran persentase pemeluk agama Islam yang makin mengecil di setiap Provinsi.

Yang menarik dari temuan SERUJI adalah kemenangan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf justru secara konsiten diraih semakin besar di provinsi dengan pemeluk agama Islam yang persentasenya makin mengecil.

SERUJI mengurutkan berdasarkan persentase pemeluk agama Islam yang makin mengecil di suatu provinsi, di mulai dari Sumatera Utara dengan jumlah muslim sebesar 63,91 persen, dan yang paling kecil persentasenya di NTT, dimana muslim hanya berjumlah 9,05 persen dari jumlah penduduknya.

Di provinsi dengan persentase muslim makin mengecil, Jokowi-KH Ma’ruf terlihat menang makin telak dari Prabowo-Sandiaga. Bahkan provinsi dengan persentase muslim di bawah 50 persen, selisih kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga menganga dengan sangat lebar.

Di NTT dengan muslim hanya sebesar 9,05%, Jokowi-KH Ma’ruf mampu mendulang dukungan sebesar 89,07 persen. Kemenangan juga diraih telak Jokowi-KH Ma’ruf di Bali (91,78%), Papua (79,38%), Papua Barat (75,92%), Sulut (75,55%).

Berikut Tabel Kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf di Provinsi dengan Persentase Muslim Kecil

WILAYAHISLAMJOKOWIPRABOWO
SUMUT63,91%53,54%46,46%
KALTARA59,54%69,90%30,10%
KALBAR55,68%56,52%43,48%
MALUKU50,61%62,65%37,35%
SULUT31,65%75,55%24,45%
PAPUA BARAT31,21%75,92%24,08%
PAPUA15,89%79,38%20,62%
BALI13,40%91,78%8,22%
NTT9,05%89,07%10,93%

Apakah Provinsi Yang Dimenangkan Prabowo-Sandiaga Merupakan Islam “Garis Keras”?

aksi bela islam, 212
Massa Aksi Bela Islam 2 Desember atau Aksi Superdamai 212 di Monas. (Foto: Istimewa)

Dari penelusuran SERUJI terhadap provinsi yang dimaksud Mahfud MD “…provinsi garis keras dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga…“, tidak ditemukan data bahwa provinsi-provinsi tersebut pernah diteliti sebagai daerah dengan basis Islam “garis keras”, baik pada masa lalu maupun saat ini.

Jika dikaitkan dengan sejarah masa lalu, adanya pemberontakan atau perlawan kepada pemerintah pusat, maka dalam catatan sejarah, pemberontakan terkait agama, hanya pernah terjadi yang dilakukan oleh DII/TII di beberapa wilayah. Seperti, Jawa Barat (Kartosuwiryo), di Aceh (Daud Beureueh), Kalimantan Selatan (Ibnu Hadjar), Jawa Tengah (Amir Fatah), Sulawesi Selatan (Kahar Muzakar).

Sementara di Sumatera Barat, adalah pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang meletus pada tahun 1958, dan tidak ada kaitannya dengan agama, tapi terkait dengan ketidakpuasan pada pemerintah pusat dalam mengelola negara yang dirasakan tidak adil, dan tidak sesuai dengan konstitusi.

Bebebarap ahli sejarah berpendapat bahwa PRRI bukanlah sebuah pemberontakan, tapi bentuk pernyataan protes pemerintah daerah pada pemerintah pusat, yang menuntut otonomi lebih luas, tanpa maksud mendirikan negara baru. PRRI juga didukung oleh Provinsi Sulawesi Tengah dan Utara pada masa itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.