Hindari Kecurangan, Unair Lakukan Verifikasi Faktual Bagi Penerima Bidik Misi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 3553 pendaftar dari 31.235 pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Airlangga Surabaya, mengambil program Bidik Misi. Namun dari jumlah tersebut, hanya 370 saja yang diterima di program Bidik Misi tersebut.

“Unair telah mengalokasikan Bidik Misi tahun 2018 sebanyak 780 orang, namun yang layak menerimanya hanya 370 siswa saja, penerimaan ini termasuk sudah banyak,” ujar Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih kepada media saat pengumuman hasil SNMPTN di Kampus C, Unair Surabaya, Selasa (17/4).

Mohammad Nasih menjelaskan ada satu catatan pokok penting yang telah diputuskan secara nasional, dimana penerimaan Bidik Misi akan diverifikasi faktual untuk memastikan kondisi kelayakan peserta sesuai syarat yang ditentukan.

“Jadi mereka yang daftar Bidik Misi dan diterima, akan diverifikasi faktual, artinya kita melihat kondisi lapangan terkait keadaan perekonomian siswa, namun jika memenuhi syarat kita akan memberikan bidik misi,” terangnya.

Jika tidak sesuai keadaan pendaftar dalam penerimaan Bidik Misi, lanjut Nasih, maka mereka akan diminta untuk memenuhi biaya kuliah secara mandiri, hal ini untuk mengantisipasi kecurangan dalam penerimaan bidik misi.

“Mereka diminta membayar kuliah, sebelumnya telah banyak temuan di lapangan bahwa pendaftar Bidik Misi tidak sesuai dengan kondisi yang disebutkan, nyatanya malah berbeda, (kondisi) pendaftar,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.