Hindari Kecurangan, Unair Lakukan Verifikasi Faktual Bagi Penerima Bidik Misi

0
64
  • 3
    Shares
SNMPTN Unair
Rektor Unair Moh Nasih Saat sedang menunjukkan cara membuka Pengumuman SNMPTN melalui Online di Unair, Selasa (17/4/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 3553 pendaftar dari 31.235 pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Airlangga Surabaya, mengambil program Bidik Misi. Namun dari jumlah tersebut, hanya 370 saja yang diterima di program Bidik Misi tersebut.

“Unair telah mengalokasikan Bidik Misi tahun 2018 sebanyak 780 orang, namun yang layak menerimanya hanya 370 siswa saja, penerimaan ini termasuk sudah banyak,” ujar Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih kepada media saat pengumuman hasil SNMPTN di Kampus C, Unair Surabaya, Selasa (17/4).

Mohammad Nasih menjelaskan ada satu catatan pokok penting yang telah diputuskan secara nasional, dimana penerimaan Bidik Misi akan diverifikasi faktual untuk memastikan kondisi kelayakan peserta sesuai syarat yang ditentukan.

Loading...

“Jadi mereka yang daftar Bidik Misi dan diterima, akan diverifikasi faktual, artinya kita melihat kondisi lapangan terkait keadaan perekonomian siswa, namun jika memenuhi syarat kita akan memberikan bidik misi,” terangnya.

Jika tidak sesuai keadaan pendaftar dalam penerimaan Bidik Misi, lanjut Nasih, maka mereka akan diminta untuk memenuhi biaya kuliah secara mandiri, hal ini untuk mengantisipasi kecurangan dalam penerimaan bidik misi.

“Mereka diminta membayar kuliah, sebelumnya telah banyak temuan di lapangan bahwa pendaftar Bidik Misi tidak sesuai dengan kondisi yang disebutkan, nyatanya malah berbeda, (kondisi) pendaftar,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU