Hari Ini Pendaftaran SNMPTN Mulai Dibuka, Inilah Ketentuan dan Persyaratannya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hari ini, Senin (4/2) resmi dibuka. Para calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan lanjut di PTN sudah dapat melakukan pendaftaran hingga 14 Februari 2019.

Dikutip dari laman resmi SNMPTN di http://snmptn.ac.id, disebutkan bahwa penerimaan lewat jalur ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa SLTA di dalam dan luar negeri yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Juga untuk memberikan peluang kepada PTN mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi.

Untuk siswa SLTA yang ingin ikut seleksi SNMPTN harus memenuhi syarat mutlak berupa telah terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang pengisiannya dilakukan oleh Sekolah. Pengisian PDSS telah berlangsung dari tanggal 4-25 Januari 2019 yang lalu.

“Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa di PDSS dengan lengkap dan benar,” bunyi salah satu ketentuan umum SNMPTN yang dikutip SERUJI pukul 13.00 WIB, Senin (4/2).

Baca juga: Beda dari Tahun Sebelumnya, Begini Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru PTN 2019

Selain itu, siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS.

SNMPTN adalah seleksi berdasarkan prestasi akademik dengan menggunakan rapor dan portofolio akademik. Rapor yang digunakan adalah semester satu sampai dengan semester lima bagi SMA/SMK/MA dengan masa belajar tiga tahun atau semester satu sampai dengan semester tujuh bagi SMK dengan masa belajar empat tahun.

Ada 4 syarat yang harus dipenuhi siswa untuk bisa mendaftar dalam seleksi SNMPTN; 

  1. Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada tahun 2019 yang memiliki prestasi unggul.
  2. Memiliki NISN yang terdaftar di PDSS
  3. Memiliki nilai rapor semester 1 s.d. 5 yang telah diisikan oleh sekolah di PDSS atau memiliki nilai rapor semester 1 s.d. 7 bagi SMK dengan masa belajar empat tahun.
  4. Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Baca juga: Kurangi Kesalahan Calon Mahasiswa Memilih Jurusan, Pemerintah Bentuk LTMPT

Pemeringkatan siswa yang diterima dalam SNMPTN dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) berdasarkan nilai mata pelajaran sebagai berikut.

  1. Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
  2. Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
  3. Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.
  4. SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan).

Sementara itu, akreditasi Sekolah asal siswa juga menentukan untuk dapat ikut dalam seleksi SNMPTN ini. Sekolah yang memiliki akreditasi A dapat mengikutkan 40% siswa berpretsasinya dalam seleksi SNMPTN ini. Sementara sekolah berakreditasi B 25% dan yang berakreditasi C hanya 5%.

Infomrasi lengkap tentang SNMPTN dapat diakses di http://snmptn.ac.id/informasi.html?1426322267. (ARif R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER