Andre Rahadian Kalahkan Menteri Bappenas dalam Pemilihan Ketua Iluni UI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Alumni muda Universitas Indonesia (UI) angkatan tahun 1991, Andre Rahadian terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (Iluni) UI periode 2019-2022 dalam pemilihan langsung berbasis e-vote terbesar dengan Daerah Pemilihan (Dapil) terluas di Indonesia.

Andre yang alumnus Fakultas Hukum UI memenangkan pemilihan langsung tersebut dengan mengalahkan Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan alumnus FT UI Rudy ‘Bun’ Salahuddin.

Pria yang merupakan pengacara sukses pendiri HPRP Lawyers Hanafiah Ponggawa & Partners berhasil meraih dukungan sebanyak 5.730 suara dari 11.834 voters. Bambang tertinggal cukup jauh, seribu suara, di 4.739 suara. Sementara, Rudy yang mengundurkan diri tidak dihitung suaranya. Kalau dihitung, Rudy mendapatkan suara sebanyak 1.734 suara.

Andre mengaku bangga bisa terpilih menjadi Ketua Iluni UI. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pencalonannya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman yang sudah puluhan tahun kenal, belasan tahun tidak berjumpa, kenal baru sebulan lalu tapi percaya mendukung saya dan mengambil bagian aktif dalam proses pemilihan ini,” kata Andre dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (25/8).

Andre yang dalam pemilihan mengusung visi ‘Menjadikan Iluni UI Ruang Temu yang Lebih Berarti’ mengingatkan bahwa terpilihnya dirinya adalah langkah awal untuk membuat Iluni UI makin maju.

“Jangan salah teman-teman, ini bukan garis finish kita. Ini awal baru. Kita akan segera mulai kerja keras selama 3 tahun ke depan. Komitmen waktu dan kerja keras demi ILUNI UI yang makin jadi dan lebih berarti,” ujarnya.

Andre dalam pesannya juga menyampaikan terimakasih pada pesaingnya dalam pemilihan ketua Iluni, dan mengajak semua alumni bekerjasama dan tidak lagi mengkotak-kotakan diri.

“Kita UI, kita guyub. Ayo, kita kasih contoh sama Indonesia, apapun keributan di luar sana, kita tegak berdiri, berkarya demi nama besar Almamater dan sumbangsih untuk negeri,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy