Akademisi: Sinta Dorong Dosen Tulis Karya Ilmiah

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Portal Science and Technology Index (Sinta) yang diluncurkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Dikti pada awal 2017 dapat mendorong dosen menulis karya ilmiah, kata Dekan Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Yogyakarta Tjukup Marnoto.

“Dengan adanya Sinta, dosen akan lebih termotivasi untuk menulis karya ilmiah sekaligus mengukur kemampuan diri. Dosen diharapkan tidak merasa terbebani, tetapi termotivasi,” kata Tjukup usai mengikuti Sosialisasi Sinta di UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (18/10).

Menurut dia, keberadaan portal Sinta diharapkan akan memotivasi dosen untuk lebih aktif menulis karya ilmiah hasil penelitian. Dosen diwajibkan memiliki karya ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

“Dosen yang memiliki karya ilmiah yang terpublikasikan baik di tingkat nasional maupun internasional selama tiga tahun terakhir dapat mendaftar di portal Sinta. Hingga kini sebanyak 121 dosen dari 600 dosen UPN Veteran Yogyakarta telah terdaftar di portal Sinta,” katanya.

Admin Portal Sinta Kemristekdikti Lukman mengatakan portal Sinta merupakan alat ukur untuk melihat kinerja perguruan tinggi melalui publikasi yang dikeluarkan dari hasil penelitian para dosennya.

“Sejak diluncurkan pada awal 2017, sudah ada 43.000 penulis atau dosen yang terdaftar di portal Sinta dengan jumlah artikel sekitar 400.000. Angka itu baru sekitar 15 persen dari total dosen di seluruh Indonesia yang mencapai 300.000 orang,” katanya.

Menurut dia, syarat mendaftar di Sinta antara lain dosen harus memiliki karya ilmiah yang terpublikasikan baik di tingkat nasional maupun internasional selama tiga tahun terakhir.

“Melalui Sinta, publik dapat memantau secara langsung kinerja dosen di seluruh perguruan tinggi di Indonesia secara ‘online’ berdasarkan karya ilmiah hasil penelitian,” katanya.

Ia mengatakan, kinerja akademisi itu akan ditentukan melalui tiga lampu yaitu hijau, kuning, dan merah, yang akan dipublikasikan setelah 18 November 2017 dalam portal tersebut. Perolehan lampu merah dapat mengurangi tunjangan dosen.

Dosen yang mendapatkan lampu merah, tunjangannya akan dipotong secara perlahan, dosen yang mendapatkan lampu kuning memiliki tanggung jawab untuk menambah jumlah karya ilmiah sesuai yang ditetapkan pemerintah minimal satu jurnal internasional dalam setahun.

“Pemerintah tidak akan mengotak-atik tunjangan dosen yang mendapatkan lampu hijau,” kata Lukman yang juga peneliti Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER