Tommy Sugiarto Perpanjang Harapan Tunggal Putra di Malaysia Terbuka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Pebulu tangkis Tommy Sugiarto berhasil memperpanjang harapan tunggal putra di turnamen level Super 750 Malaysia Terbuka 2018.

Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, Jumat (29/6), Tommy berhasil memastikan hal tersebut setelah secara luar biasa bangkit dari kekalahan dan menumbangkan wakil China unggulan tiga, Shi Yuqi, dalam pertarungan tiga gim selama 53 menit yang berkesudahan 13-21, 21-13, 21-13.

Shi Yuqi yang merupakan pemain muda bersinar asal China, memperlihatkan kegemilangannya dengan terus memimpin perolehan poin sejak awal gim pertama. Tapi Tommy mampu memperkecil ketertinggalan 7-8 di pertengahan laga sebelum akhirnya Shi Yuqi kembali menjauh dan memastikan gim pertama jadi miliknya.

Bertekad keluar dari tekanan, Tommy mampu mendominasi awal gim kedua. Namun Shi Yuqi mampu kembali mengejar yang menyebabkan perolehan skor ketat terjadi.

Shi Yuqi mampu memimpin 9-7, sebelum Tommy membalasnya dengan megumpulkan tujuh angka beruntun dan mengakhiri gim kedua dengan kemenangan sekaligus memaksakan dimainkannya gim penentu.

Memasuki gim ketiga, Tommy mendapatkan momentum dengan kemenangannya di gim kedua. Terus mendominasi perolehan angka, poin Tommy tidak mampu terkejar oleh Shi Yuqi hingga akhir laga. Dan akhirnya, pemain non pelatnas ini memastikan diri masuk ke semifinal turnamen berhadiah total 700 ribu dolar AS ini.

“Saya cukup terkejut juga, karena di gim pertama saya tertekan dengan permainan agresif yang diterapkan Shi. Tetapi saya tak mau menyerah begitu saja di gim kedua, dan saya menerapkan strategi yang berbeda dan berhasil. Saat gim ketiga saya lihat dia tidak sebagus game pertama, saya tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Tommy dalam keterangan PP PBSI.

Di semifinal, Tommy akan bertemu dengan Viktor Axelsen (Denmark) atau Lee Chong Wei (Malaysia). Tentunya bukan lawan-lawan yang mudah untuk dia, namun Tommy menyebutkan kalau dirinya kini ingin fokus ke pemulihan usai pertandingan hari ini.

“Saya tidak mau memikirkan pertandingan besok dulu, siapa pun lawan saya, saya akan berjuang semaksimal mungkin. Sekarang saya mau fokus untuk recovery dulu,” ucap Tommy.

Indonesia masih memiliki peluang menambah wakilnya di semifinal Malaysia Terbuka melalui pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris yang tengah bertanding melawan Huang Dongping/Li Wenmei (China).  (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER