close

Susy Susanti Tanggapi Raihan Indonesia di Malayasia Terbuka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengomentari turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka 2018 yang tidak berjalan cukup mulus bagi atlet-atlet Indonesia.

“Malaysia Terbuka adalah turnamen level Super 750 yang artinya ada kewajiban bagi 10 besar dunia untuk hadir, sehingga bukan lawan yang mudah juga mengingat persaingan sekarang yang terbilang merata di semua nomor,” kata Susy di Jakarta, Jumat (29/6).

Dari 15 wakil yang berangkat ke Axiata Arena, Bukit Jalil, Malaysia, dengan rincian empat ganda putra, empat ganda campuran, satu ganda putri, tiga tunggal putri dan tiga tunggal putra, hanya empat wakil Indonesia yang mampu melaju ke perempat final yaitu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran), Tommy Sugiarto (tunggal putra) dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (ganda putri).

Bahkan di antara empat itu, hanya Tommy dan Della/Rizki yang melaju ke putaran empat besar setelah dengan gemilang mengalahkan lawan-lawannya. Tommy mengalahkan unggulan tiga asal China Shi Yuqi dengan skor 13-21, 21-13, 21-13; sementara Della/Rizki menumbangkan wakil China Huang Dongping/Li Wenmei 21-15, 21-12.


Menurut Susy, hasil tersebut juga akibat konsistensi para pemain utama Indonesia yang sebagian besar masih berusia muda.

“Pemain-pemain Indonesia semuanya punya kemampuan, teknik oke, power ada, tapi konsistensi yang memang pemain muda belum begitu tanggap. Memang ada beberapa hal yang harus dievaluasi, bukan hanya soal teknik dan power, tapi bagaimana cepatnya mereka merubah pola permainan dan strategi, terutama ketika keadaan tertekan,” ujar dia.

Mengingat dalam beberapa waktu lagi tim bulu tangkis Merah Putih akan berlaga di turnamen besar lainnya mulai dari Indonesia Terbuka 2018 pekan depan hingga Asian Games pada bulan Agustus mendatang, Susy mengharapkan masalah konsistensi ini bisa diperbaiki, terutama oleh pemain-pemain pelapis tim utama.

“Ini jadi catatan kami yang diharapkan bisa cepat teratasi mengingat banyaknya turnamen penting ke depan, terutama juga dari pelapis agar harapan prestasi bagi Indonesia tetap terbuka,” ujarnya.

“Catatan terkait masalah konsistensi ini juga yang akan jadi salah satu pertimbangan kami dalam memasang pemain di Asian Games nanti selain peringkat, prestasi dan kebutuhan,” tutur Susy menambahkan.

Dalam semifinal turnamen Malaysia Terbuka 2018 sendiri, Tommy Sugiarto akan menantang unggulan tujuh asal Malaysia Lee Chong Wei yang menumbangkan Victor Axelsen (Denmark) 21-17, 21-19 di perempat final.

Sementara Della/Rizki menantang unggulan lima asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang di perempat final mengalahkan kompatriotnya Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 21-18, 19-21, 21-15.

Partai semifinal Malaysia Terbuka 2018 sendiri akan dihelat pada pukul 12:00 waktu Bukit Jalil yang dibuka dengan partai ganda campuran antara Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) melawan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China). (Ant/SU02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Korban Tewas Akibat Serangan Bom di Srilangka Meningkat Jadi 290 Orang

Sebelumnya pada Ahad (21/4) malam, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 207 orang.

Terkait Pengunduran Diri Bupati Madina Karena Jokowi Kalah, Begini Tenggapan Mendagri

"Benar yang bersangkutan membuat surat tersebut," kata Mendagri Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi di Jakarta, Ahad (21/4).

Diduga Ada Penggelembungan Suara, Bawaslu Rekomendasikan PSU di Surabaya

"Ada sebanyak 8.146 TPS yang kami rekomendasikan penghitungan ulang," kata Ketua Bawaslu Surabaya, Hadi Margo

Klaim Menang dengan Potong Tumpeng, Erick Thohir: Ini Data dan Fakta, Kita Bukan Pendusta

"Insya Allah kita ini bukan pendusta. Kita bukan pembohong, saya setuju dengan adinda saya saudara Bahlil, data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen ke atas. Ini bukan klaim tapi ini data dan fakta. Kita harus jaga kemenangan ini karena ini ke arah yang benar," ujar Erick Thohir.

Nilai Pemilu 2019 Terburuk Pasca Reformasi, Bambang: Tidak Penuhi Asas Luber dan Jurdil

Menurut Bambang, Pemilu kali ini tidak memenuhi asas Langsung, Umum, Bebes, dan Rahasia (LUBER) sebagaimana diamanatkan Undang Undang. "(Juga) tidak terpenuhi prinsip Judil (jujur dan adil, red)," ujarnya.

Kecewa Jokowi Kalah di Daerahnya, Bupati Madina Pilih Mengundurkan Diri

Didalam surat bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019 yang ditujukan kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri, Dahlan Hasan menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Bupati Madina.

Klaim Menang dengan Potong Tumpeng, Erick Thohir: Ini Data dan Fakta, Kita Bukan Pendusta

"Insya Allah kita ini bukan pendusta. Kita bukan pembohong, saya setuju dengan adinda saya saudara Bahlil, data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen ke atas. Ini bukan klaim tapi ini data dan fakta. Kita harus jaga kemenangan ini karena ini ke arah yang benar," ujar Erick Thohir.

Nilai Pemilu 2019 Terburuk Pasca Reformasi, Bambang: Tidak Penuhi Asas Luber dan Jurdil

Menurut Bambang, Pemilu kali ini tidak memenuhi asas Langsung, Umum, Bebes, dan Rahasia (LUBER) sebagaimana diamanatkan Undang Undang. "(Juga) tidak terpenuhi prinsip Judil (jujur dan adil, red)," ujarnya.

Belum Ingin Deklarasi Kemenangan, Jokowi Minta Semua Bersabar Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi sendiri meminta semua pihak untuk menahan diri dan bersabar menunggu proses penghitungan suara hasil Pemilu 2019 dari KPU.

Membaca Hasil Pilpres 2019 di Ranah Minang Terkait Kalah Telaknya Jokowi

Sempat digadang-gadangkan akan mendongkrak perolehan suara Calon Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019, dukungan 12 kepala daerah di Sumatera Barat terhadap capres petahana tersebut nyaris tak berjejak melihat hasil penghitungan sementara.

TERPOPULER

Kecewa Jokowi Kalah di Daerahnya, Bupati Madina Pilih Mengundurkan Diri

Didalam surat bernomor 019.6/1214/TUMPIM/2019 yang ditujukan kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri, Dahlan Hasan menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Bupati Madina.

Tanggapi Tudingan PKB, PDIP Surabaya: Jika Tidak Ada Bukti, Akan Kami Lawan

"Jika itu tidak terbukti, maka kami akan melaporkan dan memprosesnya secara hukum karena sudah menyangkut nama partai," tegas Whisnu Sakti.

PKB Tuding PDIP Gelembungkan Suara di Sejumlah TPS di Surabaya

"Temuan yang jelas itu, ada penggelembungan suara yang dilakukan oleh PDIP yang masif di beberapa TPS. Dan itu kegiatannya hampir sama, penggelembungan antara kisaran 20 sampai 30 suara per TPS," ungkap Musyafak

Begini Penilaian Pakar Gestur Soal Ekspresi Sandi Saat Deklarasi Kemenangan Prabowo

"Itu bukan sakit, ekspresi itu adalah ekspresi ketidaksukaan pada sesuatu," kata Handoko

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama