Shahar Ginanjar Tegaskan Dirinya Tak Ambil Keuntungan Dari Cedera Andritany Ardhiyasa

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Penjaga gawang Persija Jakarta, Shahar Ginanjar, menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil keuntungan apapun dari cederanya kiper sekaligus kapten Persija Andritany Ardhiyasa.

“Saya tidak mau beranggapan bahwa situasi ini sebuah keuntungan. Lagipula, ini bukan momen pertama saya menggantikan Andritany saat dia tidak ada, bukan hanya ketika cedera,” ujar Shahar di dalam konferensi pers sebelum laga kontra PSS Sleman di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/7).

Menurut pemain Persib periode 2013-2015 itu, setiap kali dipercaya pelatih untuk bermain, dirinya hanya berusaha tampil maksimal dan menjadi dirinya sendiri.

Apa yang dilakukan kiper berusia 28 tahun tersebut di atas lapangan semuanya untuk kepentingan tim.

“Pelatih selalu bilang, tidak ada pemain inti atau cadangan di tim. Ini soal strategi pelatih yang ingin menempatkan siapa terlebih dahulu di lapangan,” tutur Shahar.

Shahar sendiri baru bermain satu kali untuk Persija di Liga 1 2019, yaitu saat menghadapi Bali United di pekan ketiga.

Ketika itu, ia ditarik keluar di menit ke-78 karena cedera dan digantikan Andritany. Pada pertandingan itu, Persija akhirnya takluk dengan skor 0-1 setelah Paulo Sergio mencetak gol di menit ke-82.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.