Pelatih Persebaya Siapkan Trisula Hadapi Barito Putera

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera menyiapkan trisula barunya di barisan depan saat menghadapi Barito Putera pada pekan ketiga lanjutan Liga 1 musim kompetisi 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (8/4).

“Kalau penasaran dengan pemain depan di pertandingan besok, akan saya beri tahu,” ujarnya di sela memberikan keterangan pers di Surabaya, Sabtu (7/4).

Ketiga daya gedor Persebaya merupakan pemain baru musim ini dan belum pernah dimainkan bersama sebagai “starter”, yakni David Da Silva, Osvaldo Haay serta Ferinando Pahabol.

Ketiga pemain tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi besar di menit-menit awal karena diakuinya Persebaya masih kesulitan mencetak gol di awal-awal babak.

Terbukti dari dua pertandingan sebelumnya, dua gol yang dicetak oleh Robertino Pugliara ketika menang lawan Perseru Serui tercipta pada menit ke-70, kemudian gol David Da Silva di menit ke-69 ketika menyamakan skor menghadapi Persela Lamongan.

Terkait dua pemainnya yang sempat cedera, yaitu Fandry Imbiri dan Nelson Alom, pelatih berkebangsaan Argentina tersebut masih belum bisa memastikan dimainkan atau tidaknya karena menunggu kondisi terakhir sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, mengomentari lawannya, Alfredo Vera mengakui kelebihan dari Barito Putera, yaitu sistem organisasi setiap lini terbilang cukup bagus.

Kendati demikian, pemainnya dipastikan siap tampil dan memberikan penampilan semaksimal mungkin untuk meraih poin penuh, terlebih di hadapan puluhan ribu Bonek Mania yang hadir di stadion.

Pemain bertahan Persebaya Abu Rizal Maulana mengaku ia dan rekan-rekan setimnya siap memberikan yang terbaik dan diharapkan hasilnya sesuai dengan keinginan, yaitu tiga poin.

“Kita lihat saja besok di lapangan. Yang pasti kami siap tampil sebaik mungkin dan meraih hasil maksimal,” kata pemain mungil yang memiliki kecepatan menyusur dari sisi kanan tersebut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy