PWI Gelar Lomba Artikel “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi” Berhadiah Rp75 Juta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Inspirasi.co mengadakan lomba penulisan artikel yang dapat diikuti wartwan dan masyarakat umum Indonesia.

Lomba penulisan artikel yang terkait dengan kondisi kebangsaan Indonesia saat ini mengambil tema “NKRI Bersyariah ATAU Ruang Publik Yang Manusiawi?”. Lomba penulisan artikel ini berhadiah total Rp75 juta.

Dalam salah satu persyaratannya dicantumkan artikel harus ditulis dengan panjang tulisan minimal 5.000 karakter dan maksimal 7.000 karakter.

“Tulisan dimuat di media mainstream, blog, atau akun media sosial. Materi tulisan dikirim melalui email dan juga sertakan link tulisan artikel tersebut,” ujar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari, dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Rabu (2/1).

Artikel harus sudah dipublikasih pada periode 1 Januari sampai 15 Februari 2019. Naskah diterima oleh panitia lomba paling lambat 17 Februari 2018.

Berikut panduan lengkap lomba penulisan artikel yang diinspirasi dari tulisan Denny JA dengan judul yang sama:

KETENTUAN LOMBA MENULIS KEBANGSAAN:

1. Lomba penulisan ini terbuka untuk dua kategori peserta, yakni wartawan dan masyarakat umum.

2. Topik tulisan mengupas esai yang ditulis Denny JA, Ph.D dengan judul yang sama di Link:

http://pwi.or.id/index.php/berita-pwi/1117-nkri-bersyariah-atau-ruang-publik-yang-manusiawi dan

https://www.facebook.com/322283467867809/posts/1919263768169763/

3. Panjang tulisan minimal 5.000 karakter, maksimal 7.000 karakter, termasuk spasi.

4. Bagi wartawan, tulisan yang dilombakan harus sudah dipublikasikan di media tempatnya bekerja dalam kurun 1 Januari–15 Februari 2019.

5. Bagi masyarakat umum, tulisan yang dilombakan harus sudah dipublikasikan di media cetak, media online, atau media jejaring sosial, seperti Blog dan Facebook, dalam kurun 1 Januari–15 Februari 2019.

6. Tulisan yang dilombakan harap dikirim kepada panitia paling lambat 17 Februari 2019 pukul 00.00 WIB. Naskah lengkap dan bukti pemuatan/publikasi dikirimkan ke:

Imel: lomba.pwi@gmail.com dan pwi.pusat@yahoo.com

Hard copy kirim ke: Sekretariat PWI Pusat: Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jl Kebun Sirih No. 34 Jakarta Pusat.

7. Naskah tulisan yang memenangi lomba menjadi milik panitia dan panitia berhak mempublikasikannya kembali dalam format apapun, termasuk di media online, jejaring sosial, dan buku.

8. Keputusan Dewan Juri mengenai pemenang lomba bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

HADIAH:

Wartawan: Umum:

– Pemenang 1 : Rp10 Juta – Rp8 juta
– Pemenang 2 : Rp7,5 – Rp7 juta
– Pemenang 3 : Rp6 – Rp5 juta
– 7 Pemenang Hiburan @ Rp2,5 juta – 7 Pemenang Hiburan @ Rp2 juta

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER