Ustadz Abdul Somad Pimpin Deklarasi Persatuan Umat dan Kebangsaan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Stadion Gelora Bandung Lautan Api dipenuhi oleh lautan massa untuk menyaksikan tablig akbar Bersama ustadz Abdul Somad, Sabtu (26/1). Meski sempat hujan, massa tetap semangat untuk mengikuti tausyiah sampai akhir.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya menambah syahdu pelaksanaan Tabligh Akbar yang dimulai dari pukul 20.00–22.30 WIB ini, dan di buka oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

“Bandung merasa terhormat, atas kegiatan yang menghadirkan ustadz Abdul Somad. Terimakasih kepada umat muslim yang telah membuktikan kepada masyarakat luas atas kesantunannya,” kata Oded dalam sambutannya.

Selain Wali Kota Bandung, turut hadir Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta beberapa tokoh masyarakat.


Tabligh akbar yang mengusung tema Cinta Islam, NKRI dan Ukhuwah ini juga menghadirkan beberapa artis hijrah seperti Arie Untung, Primus Yustisio, Rizal Armada, Ricky Harun, dan sederet artis hijrah lainnya.

Stadion bergemuruh dengan lantunan shalawat dan takbir, saat ustadz Somad berjalan menuju panggung utama.

Dalam kajiannya, ustadz Somad mengajak umat muslim untuk segera bertobat dari segala bentuk perbuatan dosa, kemudian agar selalu produktif menebarkan kebaikan di setiap sektor kehidupan. serta terus menjaga ukhuwah dan persaudaraan dalam komunitas yang ada.

“Apapun latar belakang organisasinya, janganlah berpecah belah sehingga umat Islam kuat dan tidak mudah ditikam musuh,” tuturnya.

Lebih lanjut ditambahkan bahwa Serigala hanya menerkam domba yang memisahkan diri dari rombongannya. “Oleh karena itu jagalah ukhuwah dan persatuan umat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Inilah 2 Pesan Ustadz Somad Pada Prabowo Jika Terpilih Sebagai Presiden

Ustadz Somad juga membahas masalah ekonomi keumatan. Dalam tausyiahnya, ia mengajak untuk dapat ikut serta menggerakkan perekonomian ekonomi menengah dengan membeli dan menggunakan produk yang dihasilkannya.

“Kita perlu bangga dengan produk dalam negeri. Di pedalaman Kalimantan, terdapat ibu–ibu yang menenun kain dengan dimodali dari rentenir sehingga terjerat riba. Oleh karena itu, kita bisa membantunya dengan membeli produk baju tenunannya dan membantu agar sistem usahanya dapat berkembang tanpa riba,” katanya.

Acara kemudian ditutup dengan Deklarasi Persatuan Umat dan Kebangsaan yang dipimpin oleh ustadz Abdul Somad dan diikuti seluruh peserta yang mengikuti Tabligh akbar.

Deklarasi Persatuan Umat dan Kebangsaan terdiri dari 5 point, yaitu :

  1. Kami adalah masyarakat muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Kami adalah masyarakat muslim Indonesia yang teguh, lurus berpedoman kepada Alquran dan Sunnah serta bersungguh–sungguh melaksankan amar ma’ruf nahi mungkar;
  3. Kami masyarakat muslim Indonesia akan setia serta turut menjaga kedaulatan negara dan persatuan Indonesia ynag berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945;
  4. Kami masyarakat muslim Indonesia akan senantiasa mengutamakan persaudaraan, membangun ukhuwah serta menjunjung tinggi persatuan umat;
  5. Kami masyarakat muslim Indonesia adalah mujahid pejuang yang cinta pada Islam, cinta kepada NKRI, cinta kepada ukhuwah.

(Hadi/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi