Ustad Abdul Somad Berharap Kota Medan Lahirkan Ulama Besar

0
163
Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad saat memberikan tausyiah di Yayasan Islamic Center Garuda Medan, Kamis, 16/11/2017. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kota Medan, Sumatera Utara pernah memiliki ulama kharismatik bernama Syekh Azrai Abdurrauf. Namun sejak meninggal tahun 1993 hingga sekarang, belum ada yang bisa menggantikan ahli ilmu fashahah dan ilmu qiraat sab’ah ini.

Hal itu diucapkan Ustaz Abdul Somad saat menghadiri Tabligh Akbar yang digelar Yayasan Islamic Center Garuda sekaligus peresmian Rumah Thafidz Al Qur’an di Jalan Gelora Medan, Kamis (16/11).

Dalam tausyiahnya, Ustaz Abdul Somad menyebutkan keberadaan Syekh Azrai Abdurrauf juga diperkuat dengan posisinya sebagai dewan juri MTQ pada even-even internasioanal seperti di tanah air, Makkah al-Mukarramah, dan negara jiran Malaysia.

loading...

“Bumi Sumut ini terkhusus Kota Medan pernah mengeluarkan satu anak yang luar biasa yang menjadi juri MTQ empat kali di Makkah al Mukarramah. Dia bernama Syekh Azrai Abdurrauf,” ucap Ustaz Abdul Somad.

Ustaz kondang ini pun bercerita ia pernah belajar Quran dari Syekh Azrai Abdurrauf dari tahun 1990-1993.

“Saya tidak tahu dia ulama besar, karena dia tidak pernah bercerita. Ketika dia meninggal dunia baru saya tahu setelah membaca koran kalau dia ulama besar. Sejak beliau meninggal tahun 1993 sampai sekarang tahun 2017 belum ada yang bisa menggantikannya,” ujar Abdul Somad.

Oleh karenanya, Abdul Somad pun berharap di masa-masa mendatang akan muncul Syekh Azrai Abdurrauf baru salah satunya dari Rumah Hafidz milik Yayasan Islamic Center Garuda.

“Kalau ada pejabat, kalau ada pengusaha, kalau ada orang kaya, jangankan meninggal belum meninggalpun sudah ada gantinya. Kalau ulama, inilah buktinya sampai saat ini belum ada. Bagaimana caranya, inilah melalui usaha seperti rumah Tafidz ini. Semoga akan muncul 10, 20 tahun mendatang tuan syekh Azrai Abdurrauf lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Islamic Center Garuda sekaligus Ketua Panitia Lukman Hakim menyampaikan rumah tahfidz Garuda telah berdiri selama tiga bulan dan memiliki 87 orang murid.

“Setiap harinya anak didik kami mempelajari Al-Qur’an di waktu pagi, siang dan malam tanpa dipungut biaya. Kami berharap rumah tahfidz ini mampu membentengi para generasi muda dari ancaman pengaruh negatif globlisasi sekaligus menciptakan generasi muda pecinta Al Qur’an,” ungkap Lukman Hakim. (Mica/SU02)

Komentar

BACA JUGA
kereta ringan

Pemerintah Sumsel Kaji Pendapatan di Luar Tarif LRT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pemerintah mengkaji kemungkinan meraih pendapatan di luar tarif jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit, atau LRT untuk menutupi tingginya biaya...

Sidang Kasus First Travel Libatkan 96 Saksi

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, melanjutkan sidang terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dengan agenda pembacaan nota keberatan terdakwa atau eksepsi dengan...

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...

PBB: Badai Ancam Jutaan Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Musim badai yang akan tiba mengancam lebih dari 1,5 juta pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar di kamp pengungsi Bangladesh selain sebanyak...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Ajari Anakmu Ilmu Agama

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...