Ustad Abdul Somad Berharap Kota Medan Lahirkan Ulama Besar

0
312
  • 24
    Shares
Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad saat memberikan tausyiah di Yayasan Islamic Center Garuda Medan, Kamis, 16/11/2017. (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kota Medan, Sumatera Utara pernah memiliki ulama kharismatik bernama Syekh Azrai Abdurrauf. Namun sejak meninggal tahun 1993 hingga sekarang, belum ada yang bisa menggantikan ahli ilmu fashahah dan ilmu qiraat sab’ah ini.

Hal itu diucapkan Ustaz Abdul Somad saat menghadiri Tabligh Akbar yang digelar Yayasan Islamic Center Garuda sekaligus peresmian Rumah Thafidz Al Qur’an di Jalan Gelora Medan, Kamis (16/11).

Dalam tausyiahnya, Ustaz Abdul Somad menyebutkan keberadaan Syekh Azrai Abdurrauf juga diperkuat dengan posisinya sebagai dewan juri MTQ pada even-even internasioanal seperti di tanah air, Makkah al-Mukarramah, dan negara jiran Malaysia.

Loading...

“Bumi Sumut ini terkhusus Kota Medan pernah mengeluarkan satu anak yang luar biasa yang menjadi juri MTQ empat kali di Makkah al Mukarramah. Dia bernama Syekh Azrai Abdurrauf,” ucap Ustaz Abdul Somad.

Ustaz kondang ini pun bercerita ia pernah belajar Quran dari Syekh Azrai Abdurrauf dari tahun 1990-1993.

“Saya tidak tahu dia ulama besar, karena dia tidak pernah bercerita. Ketika dia meninggal dunia baru saya tahu setelah membaca koran kalau dia ulama besar. Sejak beliau meninggal tahun 1993 sampai sekarang tahun 2017 belum ada yang bisa menggantikannya,” ujar Abdul Somad.

Oleh karenanya, Abdul Somad pun berharap di masa-masa mendatang akan muncul Syekh Azrai Abdurrauf baru salah satunya dari Rumah Hafidz milik Yayasan Islamic Center Garuda.

“Kalau ada pejabat, kalau ada pengusaha, kalau ada orang kaya, jangankan meninggal belum meninggalpun sudah ada gantinya. Kalau ulama, inilah buktinya sampai saat ini belum ada. Bagaimana caranya, inilah melalui usaha seperti rumah Tafidz ini. Semoga akan muncul 10, 20 tahun mendatang tuan syekh Azrai Abdurrauf lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Islamic Center Garuda sekaligus Ketua Panitia Lukman Hakim menyampaikan rumah tahfidz Garuda telah berdiri selama tiga bulan dan memiliki 87 orang murid.

“Setiap harinya anak didik kami mempelajari Al-Qur’an di waktu pagi, siang dan malam tanpa dipungut biaya. Kami berharap rumah tahfidz ini mampu membentengi para generasi muda dari ancaman pengaruh negatif globlisasi sekaligus menciptakan generasi muda pecinta Al Qur’an,” ungkap Lukman Hakim. (Mica/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU