Gubernur Sumbar Tidak Bisa Ditemui Jam 18.00 – 20.00 WIB, Ini Alasannya

3
333
Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, membuka Tabligh Akbar di Masjid Raya Sumatera Barat, pada Ahad, 14/5/2017. (FOTO: SERUJI/Hadi Prayitno)

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Ir. Irwan Prayitno, M.Psi membuka tabligh akbar yang bertajuk “Hidup Bahagia Menjadi Penduduk Surga”, di Masjid Raya Sumatera Barat, pada Ahad (14/5).

Dalam sambutannya disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat menyambut baik adanya kegiatan rutin seperti tabligh akbar ini.

“Dengan semakin banyaknya kajian diharapkan makin banyak kebaikan yang disampaikan, dan negeri ini menjadi lebih berkah dan tambah makmur,” tutur Irwan Prayitno.

Gubernur yang kerap mengunjungi daerah terpencil dengan motor trail ini melanjutkan bahwa dalam setiap aktivitas keseharian sudah seharusnya kita orientasikan ke akhirat karena di sana sebenarnya tujuan akhir perjalanan manusia.

Gubernur mencontohkan bahwa disela-sela kesibukannya sebagai gubernur, dirinya mengistiqomahkan untuk puasa Senin Kamis, sholat Dhuha sebelum beraktivitas, dan tilawah quran dari Magrib hingga Isya.

“Jadi, di jam 18.00 – 20.00, saya tidak dapat ditemui,” selorohnya.

Irwan Prayitno juga mengajak hadirin untuk juga melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.

Dalam penutupnya disampaikan bahwa ia berharap kegiatan seperti tabligh akbar ini dapat dilaksanakan minimal sebulan sekali.

“Karena ini sebenarnya mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang ingin mewujudkan masyarakat madani, yaitu suatu masyarakat yang berperadaban tinggi dan maju yang berbasis pada nilai-nilai, norma hukum, dan moral yang ditopang oleh keimanan,” pungkasnya.

Tabligh akbar yang berlangsung di Masjid Raya Sumatera Barat ini juga diisi tausiyah dari DR. Firanda Andirja, MA, salah satu pengajar tetap di Masjid Nabawi saat musim haji.

Materi tabligh yang disampaikannya merupakan gambaran penduduk surga. Salah satu cirinya adalah dibersihkannya hatinya dari sifat hasad, dengki dan dendam.

“Sumber permasalahan manusia di dunia ini adalah sifat hasad, dengki dan dendam. Namun di surga, penduduknya terbebas dari sifat-sifat tersebut,” jelas Ustadz Firanda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa surga bertingkat-tingkat dengan berbagai kenikmatan yang belum terbayangkan oleh manusia, dan orang mukmin akan menempati surga sesuai dengan amal ibadahnya.

Tabligh Akbar ini merupakan kegiatan yang dikelola setiap minggunya oleh Surau TV, Sumatera Barat, yang diselenggarakan di berbagai masjid. Dengan tujuan dakwah membangun umat Islam dalam meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

 

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

elpiji

Ridwan Kamil Selidiki Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Wilayahnya

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akan menyelidiki kelangkaan gas subsidi tabung 3 kilogram yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayahnya. "Akan ditindaklanjuti...

Survei: Pelajar Tergiur Merokok Karena Harga Murah

PADANG, SERUJI.CO.ID - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruandu Foundation menemukan para pelajar yang ada di Padang tergiur merokok salah satunya...
Agus Hermanto

DPR Tidak Bisa Proses Pergantian Setya Novanto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan Pimpinan DPR tidak bisa memproses pergantian Setya Novanto karena ada dua surat dari Fraksi Partai Golkar...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...