Senjata Laser Israel Hanya Rp47 Ribuan per Tembakan, Bakar Roket Hizbullah di Udara

🔬 Keterbatasan yang Masih Ada

Para analis pertahanan menekankan bahwa meski Iron Beam adalah terobosan revolusioner, ia bukan solusi mutlak untuk semua ancaman. Laser berbasis darat terhalang oleh medan — tidak bisa menembus gedung atau pegunungan, dan harus memiliki “garis pandang” langsung ke target.

Cuaca buruk seperti hujan lebat atau kabut tebal dapat menurunkan efektivitasnya. Selain itu, setiap unit laser hanya bisa menghadapi satu target dalam satu waktu, artinya dalam serangan masif dengan ratusan roket secara bersamaan, diperlukan banyak unit laser yang tersebar.

Iron Beam juga tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik seperti yang ditembakkan Iran atau kelompok Houthi dari Yaman. Untuk ancaman jenis itu, Israel tetap bergantung pada sistem Arrow 3 dan THAAD buatan AS.

Elbit Systems saat ini sedang mengembangkan laser udara yang suatu saat bisa ditembakkan dari pesawat tempur untuk mencegat rudal balistik dan hipersonik di ketinggian tinggi — jauh di atas lapisan awan yang bisa mengganggu berkas laser.

Meski demikian, langkah Israel membuktikan bahwa era pertahanan berbasis energi terarah bukan lagi fiksi ilmiah. Ini adalah realitas medan perang — dan dunia sedang menyaksikannya secara langsung.

Sumber: Rafael Advanced Defense Systems, Kementerian Pertahanan Israel, Jerusalem Post, Times of Israel, Calcalist Tech, JNS, National Interest, Army Recognition, Israel Defense.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER