close

Tips Mengurangi Risiko Diabetes Melitus Type 2 Pada Anak

SERUJI.CO.ID – Seorang Ibu suatu ketika konsultasi mengenai Diabetes Melitus yang baru saja disandangnya. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya mengenai penyakit Diabetes Melitus ini. Salah satunya adalah kekhawatiran anak semata wayangnya yang baru berusia 14 tahun, juga akan menderita penyakit yang sama dengannya.

“Apa yang bisa saya lakukan dokter, agar anak saya juga tidak mengidap penyakit yang sama dengan saya atau neneknya?” katanya.

Ia melanjutkan, “Saya lihat anak tetangga saya yang hampir sebaya dengan dia sudah menderita diabetes mellitus, dan Ibunya sekarang juga menjalani cuci darah. Dan, kata orang kalau orang tua menderita diabetes, anaknya juga akan mengalami penyakit yang sama.”

“Hmmm, ya, Ibu memang layak khawatir, karena faktor genetik memang merupakan faktor risiko penting seseorang akan menderita Diabetes Melitus atau tidak, apalagi melihat anak Ibu sekarang yang obes. Tapi, perlu Ibu ketahui bahwa genetik atau turunan tetap hanya sebagai faktor risiko. Sebagai faktor risiko, dia hanya meningkatkan kemungkinan untuk menderita Diabetes dibandingkan dengan anak yang orang tuanya tidak ada yang menderita Diabetes Mellitus,” jawab saya


Jadi, Anak Ibu tersebut tidak harus menderita Diabetes juga, kalau tidak didukung oleh faktor faktor lingkungan lain atau faktor pencetus.

Ada ahli yang mengibaratkan genetik itu seperti sebuah lilin yang kita punyai, lilin akan menyala kalau ada yang memantikan api ke sumbunya. Begitu juga dengan Diabetes. Penyakit ini akan muncul bila ada faktor pencetusnya. Faktor pencetus tersebut dikenal dengan faktor lingkungan. Diantaranya adalah kebiasaan makan yang tidak sehat, gaya hidup santai atau aktifitas fisik yang kurang, banyak duduk, dan kegemukan atau obesitas. Karena itu, sesungguhnya Diabetes itu dapat dicegah.

Menyiapkan makanan yang sehat untuk anak Ibu, seperti menyediakan sayuran, buah-buahan yang seger, susu, protein rendah lemak, membatasi makanan, minuman yang manis dan mengandung lemak jenuh tinggi.

“Mengurangi waktu anak duduk di depan TV, main komputer atau gadget, dan mengajak, mendorong anak Ibu melakukan aktifitas fisik seperti jogging, berenang, bermain di lapangan terbuka akan sangat membantu mengurangi kekawatiran Ibu terhadap kemungkinan anak Ibu akan menderita Diabetes Melitus. Jadikan diri Ibu sebagai contoh, role model hidup sehat bagi anak Ibu,” ungkap saya kepada sang Ibu.

Dan, seperti Diabetes type 2 pada orang dewasa yang dapat dicegah, pada anak-anak kemungkinan untuk menderita penyakit yang sama juga dapat dihindari. Sehubungan dengan ini Riva Greenberg dalam bukunya, “50 Diabetes Myth” memberikan beberapa kiat, tips sederhana untuk mengurangi, mencegah kemungkinan Diabetes Melitus type 2 pada anak-anak.

Berikut Tips Mencegah Diabetes Melitus Type 2 pada Anak

Ilustrasi.

  • Siapkan sarapan pagi yang sehat dan biasakan makan keluarga bersama paling tidak untuk makan malam kurangi.
  • Batasi minuman mengandung gula, pemanis, minuman soda, termasuk juis.
  • Sajikan lebih banyak sayuran, buah-buahan, gandum utuh, makanan banyak mengandung serat, dan kurangi junk food.
  • Tawarkan beberapa pilihan makanan sehingga anak tidak bosan.
  • Sekali dalam seminggu misalnya anak diberikan kesempatan untuk menikmati makanan, cemilan yang manis.
  • Hindari makan di depan televisi, dan jangan biarkan anak-anak juga makan di depan TV.
  • Batasi anak-anak di depan TV dan gunakan komputer tidak lebih dari dua jam dalam sehari.
  • Biasakan keluarga lebih banyak melakukan aktifitas fisik.
  • Temani anak-anak bermain di Taman atau di lapangan terbuka. Anak-anak perlu melakukan aktifitas fisik yang cukup paling tidak 60 menit setiap hari.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Minta Kasus Kivlan Zen Diselesaikan Secara Hukum, Begini Penjelasan Ryamizard

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan kasus hukum yang menimpa mantan Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen harus diselesaikan secara prosedur hukum.

Puji Ketua MK Anwar Usman, Sandiaga: Pernyataannya Sangat Menggetarkan Hati

Menurut Sandiaga apa yang disampaikan Anwar Usman dinilainya bijak dan sangat menggetarkan hati.

Kominfo Tidak Akan Batasi Akses Medsos Apabila Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan...

350 Personel Polda Jambi Disiagakan Jelang Keputusan Sidang MK

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Demi menjaga situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat...

Anwar Usman Tegaskan MK Bekerja Secara Independen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Anwar Usman...

MK Memulai Sidang PHPU Pilpres 2019 Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

TERPOPULER