Kemenkomaritim: Upaya Penghapusan Stunting Sebagai Isu Nasional

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim) mendorong kesadaran masyarakat terkait bahaya penyakit ‘stunting’ atau kekurangan gizi menahun yang menyebabkan gagal tumbuh kembangnya anak setelah usia dua tahun.

“Stunting akan menjadi masalah besar di masa yang akan datang, sebab tidak seperti wabah yang tiba-tiba muncul, karena menghitungnya pelan. Dan kalau sudah terjadi tidak bisa dikembalikan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenkomaritim Agung Kuswandono di Surabaya, Kamis (4/4).

Agung mengaku ingin menjadikan upaya menghapus stunting di Indonesia sebagai isu nasional, dan masalah bersama bangsa sehingga tidak hanya menjadi beban salah satu bidang saja yakni kesehatan, namun lebih pada isu holistik dan semua harus bertanggungjawab.

“Kita ingat masyarakat Jepang dulu kan kecil-kecil waktu menjajah bangsa Indonesia. Namun sekarang mereka bisa lebih tinggi dan tampil di Piala Dunia dengan adanya kesadaran stunting ditambah pemberian gizi yang bagus,” kata Agung yang ditemui dalam acara Fokus Group Discussion (FGD).

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenkomaritim, tambahnya mendorong fortifikasi garam makan dengan diberi yodium untuk konsumsi makan di Indonesia, melalui regulasi pangan dengan melakukan monitoring dan evaluasi peredaran garam konsumsi dalam negeri.

“Mari jadikan rakyat ini subyek dan tidak menjadi obyek, agar ke depan tidak terkena stunting,” lanjutnya.

Ia mengatakan, fortifikasi yodium pada garam konsumsi bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sebab yodium merupakan unsur mineral yang menjadi nutrisi penting bagi tubuh.

“Yodium menjaga fungsi tiroid tetap stabil. Hormon tiroid yang baik berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak dan system saraf. Selama masa pertumbuhan sejak dari dalam kandungan. Hormon tiroid membantu perkembangan janin, agar fungsi otak dan system saraf berkembang normal,” jelasnya.

Sementara berdasarkan data nasional, fenomena stunting di Indonesia sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan, pada tahun 2013, sekitar 37 persen anak Indonesia dibawah usia 5 tahun atau lebih kurang 9 juta anak mengalami stunting.

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan akselerasi demi mencegah stunting, bahkan pencegahan stunting telah menjadi komitmen nasional, seperti pada tahun 2018 yang telah terjadi penurunan stunting yakni 30.8 persen.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER