Hari Kesehatan Ginjal Sedunia : Ancaman Bahaya Obesitas

JAKARTA – Kamis kedua Maret ini adalah peringatan World Kidney Day (WKD) yang dicetuskan oleh International Society of Nephrology (ISN) dan the International Federation of Kidney Foundation (IFKF) sejak 2006. WKD tahun ini mengangkat tema “Penyakit Ginjal dan Obesitas” untuk mempromosikan pentingnya memulai healthy lifestyle sedini mungkin dalam upaya menurunkan tingkat obesitas terutama pada anak-anak.

Sebagai bentuk peringatan WKD 2017 yang jatuh pada 9 Maret besok, IHWG (Indonesian Hydration Working Group) – FKUI bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan gerakan “Ayo Minum Air” (AMIR), yang merupakan kampanye edukatif kepada masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat yang meliputi asupan gizi seimbang, termasuk hidrasi sehat dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegak obesitas serta hubungannya dengan penyakit ginjal.

Untuk informasi, IHWG merupakan salah satu klaster riset di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang khusus bergerak dalam peningkatkan ilmu pengetahuan mengenai hidrasi (advancing in Hydration Sciences) dan menyediakan atau membagi pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan (sharing in hydration knowledge).

Mengacu kepada data Kementerian Kesehatan RI mengenai penyakit katastropik, jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung, dengan pertumbuhan hampir 100 persen dibandingkan tahun 2014 – 2015. Konsekuensinya, biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung pemerintah melalui JKN untuk penderita gagal ginjal kronik juga sangat tinggi, mencapai Rp.2,68triliun di tahun 2015.


Maka tidak heran jika, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM(K), Menteri Kesehatan RI, berharap agar paradigna pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini mestinya diubah dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif menjadi preventif dan promotif sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan.

“Kita harus memiliki rasa tanggungjawab bahwa sehat harus dimulai dari diri sendiri, untuk itu dukungan keluarga dan masyarakat sangatlah penting,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Salah satu kondisi yang berperan besar terhadap peningkatan penyakit katastropik, termasuk penyakit ginjal kronik , menurut Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FKUI yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua IHWG-FKUI, adalah obesitas (kegemukan). Semakin gemuk (obese) seseorang, semakin besar risiko mengalami antara lain hipertensi, maka semakin keras kerja ginjal, sehingga dalam jangka panjang berpotensi mengalami gangguan fungsi ginjal.

Menurut pemaparannya, salah satu yang memicu obesitas adalah pola konsumsi makanan dan minuman manis. Pola ini menjadi realitas yang sulit dielakkan karena relatif mudahnya ketersediaan dan akses mendapatkan produk-produk tersebut di sekitar rumah mau pun sekolah.

Simak: Biskuit MP-ASI Gratis untuk Balita Gizi Buruk pada Keluarga Miskin

“Pola hidrasi yang tidak baik terkait dengan konsumsi gula dalam minuman, berkaitan erat dengan obesitas,” jelasnya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi penduduk dewasa (>18 tahun) dengan kelebihan berat badan mencapai 28,9%, yaitu berat badan lebih sebesar 13,5% dan obesitas 15,4%. Angka tersebut terus meningkat di tahun 2016.

Berdasarkan Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas), angka total naik menjadi 33,5%, masing-masing disumbang oleh berat badan lebih 12,8% dan obesitas 20,7%. Mirisnya lagi, data “7th Report of Indonesian Renal Registry 2014” menyebutkan 56% penderita penyakit ginjal adalah penduduk usia produktif dibawah 55 tahun.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.