Biskuit MP-ASI Gratis untuk Balita Gizi Buruk pada Keluarga Miskin

WONOGIRI – Untuk melindungi masyarakat dari kekurangan gizi, khususnya keluarga miskin, dilaksanakan program pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dalam bentuk biskuit. Hal ini diungkapkan Kristiana Sri Warsini, SKM, MPH. Oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Kristiana diberi tanggung jawab dalam distribusi biskuit MP-ASI gratis bagi keluarga miskin di wilayah Kabupaten Wonogiri.

“Biskuit MP-ASI gratis bagi keluarga miskin ini merupakan program nasional sejak tahun 2007 yang dibiayai dari APBN. DKK mengajukan data jumlah kasus anak gizi buruk di wilayahnya. Kemudian oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah  diajukan ke kemenkes  untuk dibuat estimasi jumlah MP-ASI gratis yang akan diproduksi,”  jelas Kristiana Sri Warsini.

Kristiani menambahkan, DKK mendapat drop-dropan biskuit MP-ASI langsung dari pusat lalu didistribusikan ke puskesmas di wilayahnya. Puskesmas yang bertanggung jawab langsung menyerahkan biskuit ini kepada yang berhak mendapatkan, yaitu anak dengan status gizi buruk umur 1-2 tahun pada keluarga miskin.

Menurut Seno Raharjo SKM, MM, penanggung jawab distribusi biskuit MP-ASI di wilayah Kecamatan Selogiri, tahun ini sudah mendapatkan jatah biskuit MP-ASI gratis dan sudah didistribusikan kepada bidan desa. Bidan desa bekerja sama dengan kader kesehatan mendistribusikannya langsung kepada sasaran. Tiap anak mendapat jatah satu paket untuk 90 hari berisi 90 bungkus (sebungkus per hari).

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI saja tanpa makanan tambahan apapun (ASI eksklusif) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sampai umur 6 bulan. Setelah menginjak umur 6 bulan bayi harus mendapat makanan pendamping dengan tetap menjadikan ASI sebagai makanan utama bayi sampai umur 2 tahun.

MP-ASI yang beredar di Indonesia, baik yang diproduksi oleh swasta maupun BUMN, harus mengacu pada spesifikasi teknis MP-ASI bubuk instan dan biskuit yang sudah ditetapkan kemenkes dalam SK Kemenkes Nomor: 224/Menkes/SK/2007. Di SK tersebut dijelaskan secara detail kandungan gizi, kemasan, kedaluwarsa, dan lain-lain.

Biskuit MP-ASI gratis dari Kemenkes RI sudah mengacu pada SK tersebut, sehingga apabila anak dengan status gizi buruk mendapat asupan biskuit sebungkus setiap harinya, dimungkinkan status gizi anak bisa meningkat menjadi gizi baik. Perlu diketahui status gizi anak ada empat macam, yaitu status gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih.

EDITOR: Rizky

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER