Biskuit MP-ASI Gratis untuk Balita Gizi Buruk pada Keluarga Miskin

2
2172
Biskuit MP-ASI gratis dari Kemenkes (Foto: Intan Rastini)

WONOGIRI – Untuk melindungi masyarakat dari kekurangan gizi, khususnya keluarga miskin, dilaksanakan program pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dalam bentuk biskuit. Hal ini diungkapkan Kristiana Sri Warsini, SKM, MPH. Oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Kristiana diberi tanggung jawab dalam distribusi biskuit MP-ASI gratis bagi keluarga miskin di wilayah Kabupaten Wonogiri.

“Biskuit MP-ASI gratis bagi keluarga miskin ini merupakan program nasional sejak tahun 2007 yang dibiayai dari APBN. DKK mengajukan data jumlah kasus anak gizi buruk di wilayahnya. Kemudian oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah  diajukan ke kemenkes  untuk dibuat estimasi jumlah MP-ASI gratis yang akan diproduksi,”  jelas Kristiana Sri Warsini.

Kristiani menambahkan, DKK mendapat drop-dropan biskuit MP-ASI langsung dari pusat lalu didistribusikan ke puskesmas di wilayahnya. Puskesmas yang bertanggung jawab langsung menyerahkan biskuit ini kepada yang berhak mendapatkan, yaitu anak dengan status gizi buruk umur 1-2 tahun pada keluarga miskin.

Menurut Seno Raharjo SKM, MM, penanggung jawab distribusi biskuit MP-ASI di wilayah Kecamatan Selogiri, tahun ini sudah mendapatkan jatah biskuit MP-ASI gratis dan sudah didistribusikan kepada bidan desa. Bidan desa bekerja sama dengan kader kesehatan mendistribusikannya langsung kepada sasaran. Tiap anak mendapat jatah satu paket untuk 90 hari berisi 90 bungkus (sebungkus per hari).

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI saja tanpa makanan tambahan apapun (ASI eksklusif) sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sampai umur 6 bulan. Setelah menginjak umur 6 bulan bayi harus mendapat makanan pendamping dengan tetap menjadikan ASI sebagai makanan utama bayi sampai umur 2 tahun.

MP-ASI yang beredar di Indonesia, baik yang diproduksi oleh swasta maupun BUMN, harus mengacu pada spesifikasi teknis MP-ASI bubuk instan dan biskuit yang sudah ditetapkan kemenkes dalam SK Kemenkes Nomor: 224/Menkes/SK/2007. Di SK tersebut dijelaskan secara detail kandungan gizi, kemasan, kedaluwarsa, dan lain-lain.

Biskuit MP-ASI gratis dari Kemenkes RI sudah mengacu pada SK tersebut, sehingga apabila anak dengan status gizi buruk mendapat asupan biskuit sebungkus setiap harinya, dimungkinkan status gizi anak bisa meningkat menjadi gizi baik. Perlu diketahui status gizi anak ada empat macam, yaitu status gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih.

EDITOR: Rizky

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bayi Kembar Siam Asal Ternate Meninggal Dunia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID -  Bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, Khalisa Soetomo Tjan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jumat (22/6) karena...
Sudrajat-Syaikhu

Jelang Debat Publik Ketiga, Pasangan Asyik Siap Tampil Optimal

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Pasangan Asyik menyatakan siap tampil optimal pada...
Partai Demokrat

Jelang Pencoblosan, Demokrat Siapkan 81 Ribu Saksi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 81.000 orang saksi untuk bertugas mengawal proses pencoblosan di tempat pemungutan...
Uang Rupiah

BI Akan Hancurkan Uang Berstempel #2019GantiPresiden

MANADO, SERUJI.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) akan menghancurkan uang rupiah berstempel yang marak terjadi saat ini. "BI tidak pernah mengeluarkan uang rupiah yang berstempel ganti presiden...
tenaga kerja asing

Protes Dipekerjakannya TKA, 62 Orang Ditahan Polisi

AFRIKA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Polisi Afrika Selatan pada Kamis (21/6) menangkap 62 orang karena menghalangi jalan guna memprotes dipekerjakannya tenaga kerja asing sebagai pengemudi truk. Polisi...