Depresi Bisa Bikin Luka Susah Sembuh

0
159
  • 9
    Shares
Jika ada masalah, jangan biarkan menjadi depresi atau kecemasan berlebihan. Bicaralah pada orang yang dipercaya agar bisa mengurangi tekanan mental. (image: World Health Organization)

LONDON – Kesehatan mental dan kesehatan fisik sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Sakit kepala? Masalah fisik. Duka? Masalah mental. Tapi, eit… jangan begitu! Keduanya jangan dianggap hal yang terisolasi satu sama lain sebagaimana tampaknya.

Studi di University of Manchester mengungkapkan, masalah psikologis dapat mempengaruhi kondisi fisik, antara lain dalam hal kemampuan menyembuhkan luka. Dikabarkan Metro edisi Jumat (24/2) di London, penelitian yang sudah dipublikasikan dalam British Journal of Surgery itu menunjukkan luka lebih lama sembuh di kalangan pasien yang mengalami kecemasan atau depresi.

Para peneliti mempelajari 176.827 pasien yang dirawat dalam empat prosedur operasi bedah antara 2009 hingga 2011. Operasi yang dilakukan termasuk bedah pinggul dan lutut, perbaikan hernia, dan operasi varises/vena. Hasilnya disesuaikan dengan faktor-faktor lain misalnya apakah mereka merokok atau tidak, sudah ada penyakit atau baru, dan kondisi demografi mereka. Data pasien didapat dari survei tiga sampai enam bulan sebelum dan setelah operasi.

Para peneliti menemukan korelasi kuat antara masalah psikologis yang ada sebelum operasi dengan readmissions alias luka susah sembuh serta komplikasi kemih dan perdarahan setelah operasi.

Untuk pasien dengan kecemasan atau depresi level ‘moderat’, kemungkinan untuk dirawat kembali akibat komplikasi luka tercatat 1,20 persen lebih besar daripada mereka yang tidak cemas atau depresi. Pasien yang bermasalah mental moderat ini juga tinggal di rumah sakit lebih lama daripada rata-rata.

Untuk pasien dengan masalah mental serius berupa kecemasan atau depresi yang ekstrim, hasilnya jauh lebih besar dan tinggalnya lebih lama di rumah sakit.

Pemimpin penelitian, Philip Britteon dari University of Manchester’s Centre for Health Economics, mengungkapkan lewat siaran pers, “Sudah ada beberapa penelitian lebih kecil yang menunjukkan pentingnya kesehatan mental bagi penyembuhan luka. Tapi penelitian itu tidak dalam sampel dari skala lebih besar daripada yang kami lakukan ini.”

EDITOR: Omar Ballaz

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU