Depresi Bisa Bikin Luka Susah Sembuh

0
49
Jika ada masalah, jangan biarkan menjadi depresi atau kecemasan berlebihan. Bicaralah pada orang yang dipercaya agar bisa mengurangi tekanan mental. (image: World Health Organization)

LONDON – Kesehatan mental dan kesehatan fisik sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Sakit kepala? Masalah fisik. Duka? Masalah mental. Tapi, eit… jangan begitu! Keduanya jangan dianggap hal yang terisolasi satu sama lain sebagaimana tampaknya.

Studi di University of Manchester mengungkapkan, masalah psikologis dapat mempengaruhi kondisi fisik, antara lain dalam hal kemampuan menyembuhkan luka. Dikabarkan Metro edisi Jumat (24/2) di London, penelitian yang sudah dipublikasikan dalam British Journal of Surgery itu menunjukkan luka lebih lama sembuh di kalangan pasien yang mengalami kecemasan atau depresi.

Para peneliti mempelajari 176.827 pasien yang dirawat dalam empat prosedur operasi bedah antara 2009 hingga 2011. Operasi yang dilakukan termasuk bedah pinggul dan lutut, perbaikan hernia, dan operasi varises/vena. Hasilnya disesuaikan dengan faktor-faktor lain misalnya apakah mereka merokok atau tidak, sudah ada penyakit atau baru, dan kondisi demografi mereka. Data pasien didapat dari survei tiga sampai enam bulan sebelum dan setelah operasi.

Para peneliti menemukan korelasi kuat antara masalah psikologis yang ada sebelum operasi dengan readmissions alias luka susah sembuh serta komplikasi kemih dan perdarahan setelah operasi.

Untuk pasien dengan kecemasan atau depresi level ‘moderat’, kemungkinan untuk dirawat kembali akibat komplikasi luka tercatat 1,20 persen lebih besar daripada mereka yang tidak cemas atau depresi. Pasien yang bermasalah mental moderat ini juga tinggal di rumah sakit lebih lama daripada rata-rata.

Untuk pasien dengan masalah mental serius berupa kecemasan atau depresi yang ekstrim, hasilnya jauh lebih besar dan tinggalnya lebih lama di rumah sakit.

Pemimpin penelitian, Philip Britteon dari University of Manchester’s Centre for Health Economics, mengungkapkan lewat siaran pers, “Sudah ada beberapa penelitian lebih kecil yang menunjukkan pentingnya kesehatan mental bagi penyembuhan luka. Tapi penelitian itu tidak dalam sampel dari skala lebih besar daripada yang kami lakukan ini.”

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

sandiaga Uno

Wagub DKI Beri Ruang Polda Periksa Kasatpol PP

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan ruang kepada pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya bila akan meminta keterangan Kepala Satuan Polisi...

Manchester City Pastikan ke Final Piala Liga

BRISTOL, SERUJI.CO.ID - Manchester City mencapai final Piala Liga, menghancurkan harapan-harapan tim divisi kedua Bristol City untuk menorehkan kejutan, ketika tim pemuncak klasemen Liga Inggris...

Aaron Lennon Pindah ke Burnley

LONDON, SERUJI.CO.ID - Pemain sayap Inggris Aaron Lennon melengkapi kepindahannya ke Burnley dari Everton dengan biaya transfer yang tidak diumumkan pada Selasa (23/1), menjadi rekrutan...

Mascherano Akan Tinggalkan Barcelona

MADRID, SERUJI.CO.ID - Gelandang Barcelona Javier Mascherano akan meninggalkan klub itu setelah tujuh setengah tahun berkiprah di Nou Camp, kata sang pemuncak klasemen Liga Spanyol...

Kumpulkan Infaq Rp 622 Juta, ASN Bone Bolango Catat Rekor MURI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) mencatat rekor infak dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sebesar Rp622 juta...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Kerinduan Hati Orang Beriman

Aljaar qablal daar (mencari tetangga sebelum mencari rumah) Ungkapan tersebut di atas sangatlah dalam maknanya. Jika disesuaikan dengan permasalahan kemasyarakatan maka dapat memberi pemahaman, bila...
ilustrasi orang marah (Foto: Istimewa)

Suka Marah-Marah? Waspada Gangguan Psikologis Akut

Apakah kita suka marah-marah? Mudah marah? Gampang tersulut emosi? Gampang meledak-ledak? Cobalah untuk cek, apakah emosi yang kita miliki tergolong normal dan wajar? Ataukah kita...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...