Depresi Bisa Bikin Luka Susah Sembuh

LONDON – Kesehatan mental dan kesehatan fisik sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Sakit kepala? Masalah fisik. Duka? Masalah mental. Tapi, eit… jangan begitu! Keduanya jangan dianggap hal yang terisolasi satu sama lain sebagaimana tampaknya.

Studi di University of Manchester mengungkapkan, masalah psikologis dapat mempengaruhi kondisi fisik, antara lain dalam hal kemampuan menyembuhkan luka. Dikabarkan Metro edisi Jumat (24/2) di London, penelitian yang sudah dipublikasikan dalam British Journal of Surgery itu menunjukkan luka lebih lama sembuh di kalangan pasien yang mengalami kecemasan atau depresi.

Para peneliti mempelajari 176.827 pasien yang dirawat dalam empat prosedur operasi bedah antara 2009 hingga 2011. Operasi yang dilakukan termasuk bedah pinggul dan lutut, perbaikan hernia, dan operasi varises/vena. Hasilnya disesuaikan dengan faktor-faktor lain misalnya apakah mereka merokok atau tidak, sudah ada penyakit atau baru, dan kondisi demografi mereka. Data pasien didapat dari survei tiga sampai enam bulan sebelum dan setelah operasi.

Para peneliti menemukan korelasi kuat antara masalah psikologis yang ada sebelum operasi dengan readmissions alias luka susah sembuh serta komplikasi kemih dan perdarahan setelah operasi.

Untuk pasien dengan kecemasan atau depresi level ‘moderat’, kemungkinan untuk dirawat kembali akibat komplikasi luka tercatat 1,20 persen lebih besar daripada mereka yang tidak cemas atau depresi. Pasien yang bermasalah mental moderat ini juga tinggal di rumah sakit lebih lama daripada rata-rata.

Untuk pasien dengan masalah mental serius berupa kecemasan atau depresi yang ekstrim, hasilnya jauh lebih besar dan tinggalnya lebih lama di rumah sakit.

Pemimpin penelitian, Philip Britteon dari University of Manchester’s Centre for Health Economics, mengungkapkan lewat siaran pers, “Sudah ada beberapa penelitian lebih kecil yang menunjukkan pentingnya kesehatan mental bagi penyembuhan luka. Tapi penelitian itu tidak dalam sampel dari skala lebih besar daripada yang kami lakukan ini.”

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.