Berjuang Bersama Mencegah Stunting

Suami sebagai pemberi nafkah, menurut dia, seringkali tidak mau terlalu tahu soal pencegahan stunting. Padahal keterlibatan para suami penting karena membantu sang istri, terutama soal pemberian asupan makanan bergizi, dan mendorong untuk penerapan ASI ekslusif.

Dari pengamatannya sejak dimulainya program PPSW dalam KGN di Kubu Raya, keikutsertaan suami untuk pemeliharaan kesehatan ibu hamil dengan mengantarkan istri ke posyandu masih sangat sedikit. Begitu pula untuk pemenuhan gizi ibu hamil.

“Mereka bekerja saja, tanpa memperhatikan gizi istri yang hamil,” katanya.

Gambaran ini menunjukkan informasi mengenai stunting belum sampai ke masyarakat. Walaupun tidak semua begitu.

“Kita juga berharap para suami mau mengantar istri saat pemeriksaan dan mau mencari informasi dan mendengarkan informasi tentang stunting ini,” katanya menambahkan.

Reny menyatakan, sementara dari sisi perempuan, pengetahuan tentang stunting juga masih sedikit diterima perempuan, terutama di desa-desa. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan juga berpengaruh bagi kesehatan ibu dan anak, namun harus diakui banyak yang tidak memahami kondisi tersebut.

“Titik rawan stunting itu satu di antaranya saat masa awal kehamilan. Ada masa mengidam, nah ini sangat rawan, biasanya perempuan malas makan. Makan ala kadarnya sehingga gizi tidak terpenuhi,” katanya menjelaskan.

Selain itu, kemiskinan menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya kasus-kasus stunting. Kemiskinan tidak hanya dilihat dari faktor asupan gizi yang tidak mencukupi, namun juga karena akses terhadap fasilitas kesehatan, serta sanitasi lingkungan yang kurang.

Di sejumlah daerah, khususnya di desa-desa, masih ditemukan sarana sanitasi lingkungan yang tidak layak sehingga berpotensi menjadi penyebab stunting.

“Misalnya kondisi jamban, masih ada yang menggunakan jamban yang terdapat di pinggiran sungai yang mana dari sisi higienisitas tidak layak,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan aktivitas buang air di jamban yang layak serta memastikan akses terhadap air bersih tercukupi.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER